Panggilan atau teks +62-0-274-37-0579

Penyakit Peyronie: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Myles Bannister

Penis bengkok atau dalam istilah media disebut Peyronie membuat pria cemas dan minder saat berhubungan seks. Padahal kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan. Berikut ini adalah informasi tentang gejala, penyebab, dan cara mengatasi penyakit ini.

Apa itu Peyronie?

Peyronie adalah terbentuknya jaringan (plak) pada penis, biasanya jaringan ini makin mengeras pada salah satu sisi, yang membuat penis melengkung saat ereksi. Beberapa pria dengan penis bengkok mengalami kesulitan saat berhubungan seksual.

Sampai saat ini penyebab penyakit Peyronie belum diketahui secara pasti. Namun, Peyronie bukanlah gangguan serius atau penyakit seksual menular, meskipun ada yang menyebutkan gangguan tersebut dipengaruhi oleh masalah genetis dan penanganan penis.

Setiap pria bisa mengalami Peyronie, umumnya banyak terjadi pada pria berusia 50 tahun meskipun tidak menutup kemungkinan terjadi pada usia 18 tahun.

Penis yang sedikit bengkok pada pria muda adalah hal yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Gejala Peyronie

Tanda dan gejala Peyronie mungkin berkembang perlahan atau muncul secara tiba-tiba. Saat penis tidak ereksi, penderitanya mungkin tidak akan melihat adanya masalah. Gejala Peyronie yang dapat dikenali, antara lain:

1. Jaringan Parut

Jaringan parut (plak) sebagai gejala Peyronie dapat dirasakan keberadaan benjolan atau jaringan keras di bawah kulit penis. Ketika ereksi, jaringan parut membuat penis tidak tegak sempurna sehingga membuatnya terlihat bengkok.

2. Penis Bengkok secara Signifikan

Peyronie dapat membuat penis melengkung ke atas, ke bawah, atau bengkok ke satu sisi. Dalam beberapa kasus, penis yang ereksi mungkin memiliki penyempitan, lekukan atau tampak ramping di bagian tengah batang penis.

3. Disfungsi Ereksi

Peyronie adalah kondisi penis yang dapat menyebabkan masalah mendapatkan atau mempertahankan ereksi atau disfungsi ereksi. Namun, tidak sedikit pria mengalami disfungsi ereksi sebelum gejala Peyronie muncul.

4. Penis Menjadi Pendek

Gejala yang sangat mudah dilihat adalah ukuran penis Anda mungkin menjadi lebih pendek dari sebelumnya akibat penyakit Peyronie. Kondisi ini bukan tidak mungkin membuat pria merasa tidak percaya diri di hadapan pasangan seksualnya.

5. Rasa Sakit

Penderita penyakit ini mungkin akan mengalami sakit pada penis, dengan atau tanpa ereksi. Rasa sakit pada penis membuat pria merasa tidak nyaman, terutama saat melakukan hubungan seksual.

6. Kelainan Bentuk Penis Lainnya

Bagi beberapa pria yang memiliki Peyronie, penis yang ereksi mungkin menyempit, berlekuk, atau bahkan memiliki bentuk seperti jam pasir, dengan pita sempit dan ketat di sekeliling batangnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Penis bengkok yang terkait dengan Peyronie mungkin secara bertahap memburuk. Namun, pada kondisi tertentu biasanya akan stabil.

Nyeri selama ereksi biasanya akan membaik dalam satu hingga dua tahun, tetapi jaringan parut dan kelengkungan penis biasanya bertahan.

Dalam beberapa kasus, baik penis bengkok maupun rasa sakit yang terkait dengan Peyronie akan membaik tanpa pengobatan. Namun, jika gejalanya tidak kunjung sembuh, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Penyebab Peyronie atau Penis Bengkok

Penyebab Peyronie tidak sepenuhnya dapat dipahami. Namun, ada beberapa kemungkinan berikut ini yang menjadi penyebabnya:

1. Kerusakan Pembuluh Darah Kecil

Kemungkinan besar akibat kerusakan pembuluh darah kecil, yang mungkin terjadi saat hubungan seks, olahraga, cedera, atau kecelakaan kendaraan. Sel-sel mungkin terperangkap di tempat cedera terjadi selama penyembuhan, yang menimbulkan jaringan parut.

2. Seks yang Terlalu Bersemangat

Penis memiliki dua tabung seperti spons di kedua sisi, yang masing-masing disebut corpus cavernosum. Tabung ini dipenuhi dengan kapiler (pembuluh darah kecil). Ketika pria bersemangat secara seksual, kapiler menjadi membesar dengan darah, yang kemudian menghasilkan ereksi.

Corpus cavernosum terletak dalam selubung jaringan elastis – tunica albuginea. Selubung ini meregang ketika penis ereksi. Jika penis terluka, jaringan selubung yang elastis ini bisa menjadi rusak hingga menyebabkan penyakit Peyronie.

3. Jaringan Parut

Jika ada jaringan parut permanen pada batang penis, ada kemungkinan pasien dapat terserang Peyronie, karena bagian selubung itu tidak lagi dapat meregang dengan baik; ketika penis menjadi ereksi, bagian bekas luka yang tidak bisa meregang menarik penis, sehingga menjadikannya bengkok.

Perlu dicatat bahwa sejumlah besar pria yang mengalami cedera penis tidak melanjutkan untuk mengembangkan penyakit Peyronie.

Faktor Risiko Peyronie

Penyembuhan luka dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit Peyronie, meliputi:

  • Keturunan. Pria dengan kerabat dekat yang memiliki penyakit Peyronie lebih mungkin mengembangkannya juga.
  • Gangguan jaringan ikat. Pria yang memiliki kelainan jaringan ikat tertentu kemungkinan memiliki peningkatan risiko terkena Peyronie. Misalnya, pria yang mengidap penyakit ini juga mengalami penebalan seperti tali di telapak tangan yang menyebabkan jari-jari tertarik ke dalam (kontraktur Dupuytren).
  • Usia. Meskipun dapat terjadi pada pria segala usia, namun risiko penyakit meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada pria berusia 50-an dan 60-an. Kelengkungan pada pria yang lebih muda lebih jarang akibat Peyronie dan lebih sering disebut kelengkungan penis bawaan.

Diagnosis Peyronie

Jika Anda menduga Anda mengalami penyakit Peyronie, langkah pertama adalah berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan fisik dapat membantu dokter mendiagnosis kondisi alat vital Anda. Pemeriksaan mungkin melibatkan pengukuran awal penis.

Setelah mengukur dan mengevaluasi kelengkungan penis, dokter dapat mengidentifikasi lokasi dan jumlah jaringan parut pada penis. Pemeriksaan fisik juga membantu menentukan apakah penis Anda memendek.

Dokter mungkin juga akan menyarankan Anda untuk melakukan ultrasonografi (USG) atau sinar-X untuk memastikan keberadaan jaringan parut dan dapat merujuk Anda ke ahli urologi.

Pengobatan Peyronie

Meskipun tidak semua penderita penis bengkok membutuhkan pengobatan, tetapi ada beberapa cara mengatasi Peyronie berikut ini:

1. Tamoxifen

Pada tahap awal dan untuk mencegah terbentuknya pengerasan jaringan, tablet Tamoxifen dapat membantu. Tablet ini biasanya digunakan dalam pengobatan kanker payudara, meskipun tidak ada hubungan sama sekali antara keduanya.

2. Vitamin E

Cara mengatasi Peyronie juga bisa dengan mengonsumsi vitamin E. Vitamin ini terbukti efektif dalam mengurangi rasa sakit dan kelainan penyakit.

3. Verapamil

Verapamil adalah obat yang juga dapat digunakan untuk mengatasi Peyronie. Meskipun obat ini sebenarnya digunakan untuk pengobatan darah tinggi (hipertensi), terbukti dapat mengurangi ukuran plak dan menurunkan rasa sakit dengan menyuntikkannya langsung ke plak.

4. Terapi

Terapi kejut Extracorporeal atau ESWT (Extracorporeal Shock Wave Therapy), adalah pengobatan baru yang digunakan di beberapa rumah sakit. Pengobatan ini terbukti efektif, dan sampai saat ini belum ada laporan efek samping jangka panjang.

5. Pembedahan

Pembedahan hanya dilakukan jika kondisinya parah selama setahun atau lebih, atau bahkan jika tidak ada peningkatan dalam waktu tiga bulan.

Ada dua jenis prosedur operasi. Prosedur Nesbitt dilakukan dengan menghilangkan jaringan yang menyebabkan penis bengkok dan memulihkan penis kembali ke posisi normal (lurus).

Cara mengatasi Peyronie lainnya adalah dengan sistem pencangkokan atau menggunakan bagian dari urat darah dalam jaringan untuk memperluas area. Dalam beberapa kasus, implantasi prostesis penis juga dapat direkomendasikan.

Trik Berhubungan Seks untuk Penderita Peyronie

Tidak perlu khawatir, penis bengkok tidak berarti tidak dapat memuaskan pasangan. Anda dapat mengatasinya dengan mengubah gaya bercinta.

1. Woman on top

Posisi Woman on Top (WOT) memudahkan Anda untuk mengatur kedalaman penetrasi atau mengontrol gerakan selama berhubungan seks.

2. Trik spooning

Gaya spooning juga dapat dilakukan. Mintalah pasangan berbaring menyamping dan membelakangi Anda, kemudian lakukan penetrasi dari belakang.

3. Komunikasi dengan pasangan

Komunikasi dengan pasangan akan sangat membantu. Dukungan dan pengertian pasangan dapat membantu mengurangi kekhawatiran dan kecemasan saat berhubungan seks.

Komplikasi Peyronie

Penis bengkok dapat menimbulkan komplikasi, termasuk:

  • Ketidakmampuan untuk melakukan hubungan seksual.
  • Kesulitan mencapai atau mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi).
  • Kecemasan atau stres tentang kemampuan seksual atau penampilan penis.
  • Stres dalam hubungan dengan pasangan seksual.
  • Kesulitan memiliki anak karena kesulitan berhubungan seks atau tidak mungkin.
  • Penis tampak pendek.
  • Sakit pada penis.

Pencegahan Peyronie

Seiring bertambahnya usia, ereksi mungkin menjadi lebih lembut atau sulit dipertahankan dalam kekencangannya. Ereksi yang lebih lembut memiliki risiko melengkung secara tidak terduga saat berhubungan seks, sehingga menyebabkan cedera.

Anda dan pasangan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya cedera jenis ini saat berhubungan seks dengan mengambil langkah-langkah berikut:

  • Mengonsumsi obat disfungsi ereksi.
  • Menggunakan pelumas saat berhubungan seks atau masturbasi.
  • Menggunakan tangan saat melakukan penetrasi.
  • Berhati-hati saat melakukan posisi seks wanita di atas (woman on top).
  • Menghindari gerakan yang bisa melengkungkan atau memelintir penis.

Siapa pun dapat mengalami penyakit Peyronie, meskipun tidak aktif secara seksual. Tidak ada cara untuk mencegah penyakit Peyronie jika penyebabnya adalah genetik atau penyakit autoimun.

Langkah terpenting adalah menjaga kesehatan dan kebersihan penis untuk menghindari masalah pada alat vital Anda. Semoga informasi di atas bermanfaat.

Referensi

  1. Anonim. 2021. Peyronie’s disease. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peyronies-disease/symptoms-causes/syc-20353468 (Diakses pada 7 Agustus 2019)
  2. Anonim. 2023. Peyronie’s Disease. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10044-peyronies-disease#diagnosis-and-tests (Diakses pada 22 November 2023)
  3. Newman, Tim. 2023. What is Peyronie’s disease?. https://www.medicalnew

    About The Author

Apa Fungsi Mineral Bagi Tubuh?

Gym Saat Haid, Apa Efek Sampingnya?