Panggilan atau teks +62-0-274-37-0579

Ini Dampak yang Bisa Terjadi pada Anak Korban Pelecehan Seksual

Myles Bannister

Dampak pelecehan seksual pada anak adalah hal yang serius karena bisa memengaruhi perkembangan fisik dan mentalnya. Sebagai orang tua, penting untuk mengenali apa saja dampak yang dapat dialami oleh anak di bawah ini.

Berbagai Dampak Pelecehan Seksual pada Anak

Banyak studi mengungkapkan dampak pelecehan seksual memiliki konsekuensi yang luas dan serius. Pelecehan yang dialami dapat memengaruhi hubungannya dengan orang lain, keimanan, pendidikan, hingga karier.

Berikut ini adalah beberapa dampak pelecehan seksual pada anak, di antaranya:

1. Trauma

Salah satu efek dari pelecehan seksual pada anak yang harus diperhatikan adalah trauma. Selain membutuhkan dukungan penuh dari ayah dan ibu, pendampingan tenaga profesional juga diperlukan.

Rasa trauma pada anak dapat mengubah perilaku anak. Menurut sebuah penelitian, anak yang pengalaman trauma akibat pelecehan seksual dapat membuatnya hilang kepercayaan pada orang dewasa, tidak berdaya, dan memiliki anggapan negatif.

2. Kecemasan dan Depresi

Dampak yang mungkin terjadi pada anak korban pelecehan seksual juga dapat berupa kecemasan, ketakutan, dan depresi. Hal ini dapat berlangsung dalam beberapa bulan hingga beberapa tahun.

Selain itu, anak yang mengalami pelecehan seksual lebih berisiko mengalami gangguan kecemasan sosial, seperti gangguan perilaku, gangguan kognisi, dan gangguan emosional.

Penyebabnya tidak lain adalah adanya pikiran negatif tentang dirinya sendiri yang dapat terbawa hingga ia dewasa. Anak juga dapat menunjukkan berbagai perubahan, seperti merasa rendah diri, mengalami masalah tidur dan gangguan makan, hingga keinginan untuk bunuh diri.

Penting untuk diperhatikan, kecemasan yang dialami anak dapat berisiko terhadap kecemasan kronis, fobia, dan serangan panik.

3. Mengganggu Perkembangan Otak

Dampak pelecehan seksual pada anak ini berhubungan dengan trauma yang dialami anak. Menurut studi, adanya trauma akibat kekerasan seksual dapat menyebabkan perubahan penting dalam fungsi dan perkembangan otak. Seseorang yang pernah mengalami pelecehan memiliki otak kiri yang terlihat lebih besar.

Selain itu, pada otak orang dewasa yang mengalami pelecehan seksual di masa kecil ditemukan adanya relaksasi yang tidak normal saat pemeriksaan NMR ( nuclear magnetic resonance) cerebellar vermis.

4. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Studi menemukan bahwa orang yang pernah mengalami pelecehan di masa anak-anak dan dewasa, sebagian besar mengalami atau memiliki gejala post traumatic stress disorder (PTSD).

Beberapa gejala yang dapat dirasakan oleh penyintas, di antaranya:

  • Fobia atau ketakutan.
  • Mimpi buruk.
  • Merasa gelisah.
  • Sorot balik ( flashback ) tentang kejadian traumatis yang dialami.
  • Kehilangan keterampilan perkembangan.
  • Mengompol.
  • Perilaku seksual yang tidak sesuai dengan usianya.

5. Meningkatkan Risiko Menggunakan Narkoba dan Perilaku Menyimpang

Dampak psikologis pada anak korban pelecehan seksual perlu segera diatasi karena bisa berdampak serius pada kehidupannya di masa mendatang.

Anak yang pernah mengalami pelecehan di masa anak-anak lebih berisiko terhadap PTSD. Kondisi ini bisa membuat seseorang cenderung untuk menggunakan obat-obatan terlarang atau konsumsi minuman beralkohol.

Tindakan tersebut dianggap sebagai ‘jalan keluar’ untuk mengatasi kegelisahan yang dialami, serta menghilangkan trauma yang dirasakan setelah kejadian.

Tidak hanya itu, seseorang dengan kondisi ini juga cenderung lebih menyalahkan diri sendiri sehingga berisiko memilih cara yang salah untuk mengatasinya.

Studi lain mengungkapkan jika gangguan traumatis karena pelecehan seksual pada saat anak-anak memunculkan gangguan kecanduan alkohol pada saat dewasa.

Dampak pelecehan seksual pada anak juga berhubungan dengan perilaku menyimpang. Bagi laki-laki keadaan ini dikaitkan kekerasan fisik, sedangkan pada perempuan hal ini terkait dengan keinginan untuk melakukan seks berisiko.

6. Masalah Sosial

Anak yang mengalami pelecehan seksual cenderung merasa bersalah dan bertanggung jawab terhadap peristiwa pelecehan yang dialaminya. Hal ini bisa membuat beberapa anak menarik diri dari lingkungan.

Selain itu, tindakan pelecehan juga berdampak pada kegiatan keseharian anak, seperti bersekolah atau berhubungan dengan teman-temannya.

Pasca kejadian, seorang anak bisa merasa malu. Hal ini diperparah dengan teman-teman yang juga menjauhinya sehingga membuatnya merasa tidak memiliki teman.

7. Kerusakan Organ Seksual

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa kekerasan seksual yang terjadi pada anak menyebabkan kerusakan pada organ seksual.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa, pelecehan seksual pada anak dapat menyebabkan luka internal dan pendarahan.

Pada kasus yang parah, kerusakan organ internal dapat menyebabkan kematian. Hal ini tergantung pada umur, ukuran, dan tingkat kekuatan yang digunakan pelaku.

Selain itu, pelecehan seksual juga berisiko menularkan penyakit menular seksual.

8. Masalah Seksualitas

Dampak pelecehan seksual pada anak berikutnya adalah masalah seksualitas. Ini merupakan efek jangka panjang dari kejadian yang dialami.

Masalah yang berhubungan dengan seksualitas di masa dewasa meliputi:

  • Tidak tertarik pada seks, bahkan bisa mengarah pada fobia. Pada akhirnya, korban akan menghindari segala bentuk tindakan yang berhubungan dengan seksualitas.
  • Tidak terangsang atau merasakan sensasi apa pun saat berhubungan seks.
  • Memiliki anggapan bahwa seks semata-mata hanya kewajiban karena pelaku memanipulasi hingga memaksa mereka saat melakukan tindakan pelecehan.
  • Tidak merasa terhubung secara emosional dengan pasangan seks.
  • Memiliki perilaku seksual kompulsif atau hiperaktif. Ini artinya, mereka merasa perlu berhubungan seks dengan lebih dari satu orang.

Tidak hanya dampak yang telah disebutkan di atas, seseorang yang pernah menjadi korban pelecehan seksual juga bisa mengalami kesulitan ketika akan memulai suatu hubungan atau mempertahankannya.

Bahkan, penelitian lainnya mengungkap pengalaman pelecehan seksual pada masa kecil menyumbang varian unik dalam gejala keparahan PTSD dan memiliki hubungan langsung yang negatif dengan kepuasan pernikahan.

Itulah sederet dampak pelecehan seksual pada anak yang perlu diperhatikan orang tua. Mengetahui efek jangka pendek dan jangka panjang yang dapat terjadi, penting untuk segera memberikan pertolongan dan pendampingan pada anak yang menjadi korban.

Dengan begitu, Anda dapat membantu menurunkan risiko dampak buruk yang dapat terjadi. Semoga informasi ini bermanfaat!

Referensi

  1. Anonim. The Possible Long-Term Effects of Experiencing Child Sexual Abuse. https://www.mindwell-leeds.org.uk/myself/how-life-experiences-can-affect-us/childhood-abuse/what-are-the-possible-long-term-effects-of-experiencing-child-sexual-abuse/. (Diakses pada 29 Agustus 2023).
  2. Hidayat, Muslim dan Taufiqurrahman. 2020. Dampak Psikologis Kekerasan Seksual Pada Anak . http://journal.bungabangsacirebon.ac.id/index.php/coution/article/view/237/287. (Diakses pada 29 Agustus 2023).
  3. Wahyuni, Hera. Dampak Kekerasan Seksual Terhadap Perkembangan Generasi Penerus Bangsa. http://dspace.uphsurabaya.ac.id:8080/xmlui/bitstream/handle/123456789/1210/Hera%20Wahyuni.pdf?sequence=1&isAllowed=y. (Diakses pada 29 Agustus 2023).
  4. Whealin, Julia & Barnett, Erin. PTSD: National Center for PTSD. https://www.ptsd.va.gov/professional/treat/type/sexual_abuse_child.asp. (Diakses pada 29 Agustus 2023).

About The Author

9 Cara Mengencangkan Kelopak Mata Atas

10 Cara Menambah Berat Badan Anak yang Efektif