Panggilan atau teks +62-0-274-37-0579

Benjolan di Dalam Mulut, Waspada Penyakit Ini

Myles Bannister

Photo Credit: Flickr.com/ Wesley Capps

Dalam dunia media medis benjolan di mulut ini disebut mucocele (kista yang tidak berbahaya). Mucocele terbentuk akibat sumbatan kelenjar liur akibat trauma (benturan, kebiasaan menggigit bibir, iritasi kronis dari gigi dan sebagainya). Benjolan yang timbul umumnya berbentuk bulat, berukuran kecil dan tidak nyeri.

Mucocele dapat hilang dengan sendirinya dan tidak memerlukan penanganan khusus. Namun bila benjolan menetap dokter akan melakukan prosedur tertentu seperti injeksi kortikosteroid (penyuntikan kortikosteroid ke dalam benjolan), metode cryotherapy (teknik pembekuan untuk mengangkat benjolan) maupun terapi laser.

Mucocele sering muncul di bawah bibir bagian dalam, gusi, dinding mulut, lidah hingga di pipi. Untuk kasus yang jarang terjadi, jika benjolan terdapat di dasar mulut hal itu disebut ranula. Gangguan ini lebih banyak menimbulkan masalah karena mengganggu cara berbicara, mengunyah, dan menelan.

Selain itu, mucocele mempunyai beberapa karakteristik, diantaranya:

  • Tidak menyebabkan rasa sakit.
  • Berbentuk seperti kubah.
  • Permukaan luar agak jernih atau bisa berwarna kebiru-biruan.
  • Memiliki ukuran 2-10 milimeter.

Meski begitu, ukuran mucocele bisa juga membesar. Yang harus dicatat, jangan pernah mencoba untuk menghilangkan benjolan di mulut sendiri. Temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Seorang dokter biasanya akan menggunakan pisau bedah atau laser untuk mengangkat kelenjar ludah.

Untuk mencegah terbentuknya benjolan baru, biasanya dokter akan melakukan teknik marsupialization. Teknik ini membantu untuk pembentukan saluran baru yang membuat air liur meninggalkan kelenjar ludah.

Benjolan di Mulut yang Disebabkan oleh Hal lain

Selain penyumbatan air liur, benjolan di mulut juga dapat terjadi oleh beberapa kemungkinan lainnya, diantaranya:

  • Fordyce spot, yaitu kelenjar sebasea/ minyak pada bibir yang umumnya berukuran kecil (1-2 mm) dan tidak berbahaya.
  • Herpes oral, terbentuk benjolan berisi cairan pada bibir akibat infeksi virus Herpes simplex.
  • Fibroma, benjolan yang terbentuk dari jaringan ikat yang timbul akibat trauma/benturan.
  • Infeksi jamur.
  • Kanker mulut.

Benjolan di Gusi

Saat kita berbicara mengenai kesehatan mulut, banyak orang berpikir untuk menjaga kesehatan gigi. Nyatanya, sebagian masalah pada mulut tidak hanya terjadi pada gigi saja. Saat gusi membengkak, mengeluarkan darah atau terdapat benjolan, maka Anda harus mewasapadai adanya masalah kesehatan pada mulut.

Benjolan pada gusi kerap kali menimbulkan rasa ngilu dan bisa sangat mengganggu proses mengunyah makanan. Benjolan di gusi belakang sendiri ternyata memiliki banyak jenis. Benjolan jenis pertama adalah fistula. Fistula sendiri adalah reaksi pada peradangan yang terjadi pada gusi. Seringkali fistula muncul akibat adanya infeksi pada gigi berlubang. Yang mengerikan adalah, fistula bisa mengeluarkan darah hingga nanah.

Benjolan pada gusi berikutnya adalah granuloma piogenik. Benjolan ini biasanya akan membuat gusi terlihat licin dengan batasan yang terlihat merah. Sayangnya, jika benjolan di mulut ini disentuh, maka akan terjadi pendarahan yang cukup banyak. Masalah benjolan gusi ini kerap kali terjadi karena kurang stabilnya kadar hormon pada wanita.

Benjolan pada gusi selanjutnya adalah granuloma sel raksasa perifer yang terjadi karena adanya iritasi atau trauma. Biasanya, pembengkakan dari granuloma jenis ini akan membuat gusi terlihat keras dengan permukaan licin dan berbenjol-benjol. Warna benjolan di gusi ini sendiri bervariasi dari merah muda, hingga merah yang cenderung keungu-unguan.

Sering kali gusi orang dewasa pada bagian rahang bawah bagian depan dari gigi geraham akan mudah terkena benjolan ini. Selain itu, terdapat pula benjolan pada gusi yang disebut sebagai perikoronotis yang merupakan peradangan pada jaringan lunak pada area sekitar mahkota gigi.

Benjolan pada Anak

Saat berbicara masalah benjolan di dalam mulut, hal ini ternyata tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja. Seorang anak balita juga bisa memiliki risiko yang sama. Balita yang cenderung aktif tentu berisiko untuk mendapatkan luka pada bibir atau rongga mulut yang bisa memicu benjolan.

Munculnya benjolan di mulut disebabkan oleh adanya trauma yang terjadi pada kelenjar ludah yang bisa saja disebabkan oleh benturan atau gesekan saat balita bermain atau menggigit sesuatu. Trauma pada kelenjar ludah inilah yang pada akhirnya membuat ludah bertahan pada kelenjar tersebut dan menciptakan benjolan.

Yang menjadi masalah adalah, benjolan ini bisa semakin membesar jika tergesek. Padahal, balita membutuhkan banyak asupan makanan dalam sehari, di mana hal ini akan meningkatkan risiko terkena gesekan yang cukup tinggi dan membuat mucocele bertahan hingga berbulan-bulan.

Selain itu, balita juga beresiko terkena masalah benjolan di dalam mulut yang disebut dengan ranula. Ranula sendiri adalah kelainan yang terjadi pada kelenjar liur yang jauh lebih besar atau kelenjar liur mayor yang biasanya berada pada bagian bawah mulut. Selain benjolan di dalam mulut, ranula yang sudah cukup parah bahkan bisa membuat benjolan yang cukup besar di leher dan disertai dengan cairan dengan warna kebiru-biruan.

Untuk diketahui, mucocele bukanlah penyakit yang berbahaya namun biasanya diperlukan tindakan operatif untuk mengatasinya. Untuk memastikannya, silakan periksakan terlebih dahulu kondisi Anda ke dokter gigi atau dokter gigi spesialis bedah mulut.

Untuk diketahui, mucocele bukanlah penyakit yang berbahaya namun biasanya diperlukan tindakan operatif untuk mengatasinya. Untuk memastikannya, silakan periksakan terlebih dahulu kondisi Anda ke dokter gigi atau dokter gigi spesialis bedah mulut.

About The Author

Anhedonia, Ketika Sulit Merasakan Kesenangan

Sebelum Gunakan Lip Plumper, Inilah Hal yang Wajib Diketahui!