Panggilan atau teks +62-0-274-37-0579

Turunkan Berat Badan dengan Diet Tinggi Protein

Myles Bannister

Diet untuk menurunkan berat badan identik dengan menahan rasa lapar. Namun, berbeda halnya dengan diet protein. Diet ini merekomendasikan Anda mengonsumsi menu diet nikmat yang memberi rasa kenyang lebih lama. Bila dilakukan dengan benar, diet ini dapat menurunkan berat badan secara optimal.

Diet tinggi protein dilakukan dengan mengonsumsi protein harian minimal 1,5 gram per kilo berat badan atau 30-40 persen total kalori zat gizi makro yang dianjurkan. Jika dalam sehari membutuhkan 1800 kalori, selama diet dianjurkan mengonsumsi protein sekitar 45 sampai 218 gram per hari.

Penelitian di Skotlandia menunjukkan bahwa diet tinggi protein selama 8-12 minggu dapat menurunkan berat badan sebanyak 6,5 kg sampai 10 kg. Lemak menurun dari 36,7 persen menjadi 34 persen, dan lingkar pinggang menyusut 6 cm hingga 9,4 cm. Diet tinggi protein akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan diet tinggi serat dan aktivitas fisik rutin.

Selama menjalankan diet tinggi protein, Anda akan memperbanyak konsumsi protein hewani dan mengurangi karbohidrat. Tubuh akan membakar timbunan lemak menjadi energi sehingga berat badan dapat menurun dengan cepat. Gula darah tetap stabil sepanjang hari, membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Namun, konsumsi protein tinggi namun rendah karbohidrat dan serat dapat mengganggu fungsi organ tubuh lainnya. Kerja ginjal menjadi lebih berat akibat meningkatnya sisa metabolisme protein, dapat berisiko menyebabkan batu ginjal. Kurangnya serat dapat menyebabkan penimbunan lemak di usus, kehilangan kalsium pada tulang, dan dehidrasi karena tingginya kadar protein dalam tubuh. Pada beberapa kasus, hal ini bisa menyebabkan kerusakan ginjal dan memerlukan cuci darah rutin.

Diet tinggi protein sebenarnya tidak cocok untuk semua orang. Hanya orang dewasa dengan kondisi tubuh yang sehat dan fungsi ginjal normal yang bisa menerapkan diet ini. Diet ini tidak menggantikan karbohidrat dengan protein, tetapi meningkatkan konsumsi protein yang normalnya 10-20 persen menjadi 30-40 persen.

Jika diet ini dilakukan dengan benar, maka akan berdampak positif pada tubuh, seperti stabilnya kadar gula dalam darah, lemak darah, hormon insulin, serta status zat besi dan vitamin B12. Diet protein tinggi yang benar adalah dengan memasukkan gizi lengkap dan seimbang dengan proporsi 50 persen karbohidrat, 20 persen lemak, dan 30-40 persen protein.

Makanan Protein untuk Diet

Setelah mengetahui manfaat diet tinggi protein, penting mengetahui jenis-jenis makanan yang mengandung protein tinggi. Makanan-makanan tersebut antara lain:

Produk olahan susu

Susu, keju, dan yoghurt merupakan produk olahan susu yang kaya protein, kalsium, dan vitamin D. Pilihlah yang rendah lemak agar asupan protein bagi tubuh maksimal.

Telur

Telur merupakan makanan kaya protein dengan harga terjangkau. Telur kecil (35-40 gram) mengandung 4-5 gram protein, sedangkan telur besar (60g) mengandung 8g protein.

Daging

Dada ayam tanpa kulit merupakan makanan berprotein tinggi dengan kandungan 284 kalori dan 53 gram protein. Daging sapi tanpa lemak (85 gram) mengandung 22 gram protein dan 184 kalori. Daging sapi juga kaya zat besi dan vitamin B12.

Seafood

Ikan tuna merupakan salah satu seafood kaya protein. Tuna kaleng (150 g) mengandung sekitar 40 g protein. Seafood lain juga mengandung omega-3 yang sangat diperlukan oleh tubuh.

Diet tinggi protein umumnya aman jika dilakukan jangka pendek. Namun, tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukannya. Dokter dapat membantu menyusun rencana diet yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Bagi penderita penyakit ginjal, sebaiknya menghindari diet tinggi protein karena dapat mengganggu fungsi ginjal.

About The Author

Manfaat dan Efek Samping Mengonsumsi Tongkat Ali

Manfaat Mandi Malam yang Harus Kamu Ketahui