Panggilan atau teks +62-0-274-37-0579

Transplantasi Kornea: Fungsi, Prosedur, Komplikasi, dll

Myles Bannister

Transplantasi kornea (keratoplasty) adalah prosedur pembedahan untuk mengganti sebagian atau seluruh kornea yang rusak dengan jaringan kornea dari donor. Biasanya, prosedur ini memberikan hasil yang baik dengan risiko komplikasi yang kecil.

Mengapa Prosedur Transplantasi Kornea Perlu Dilakukan?

Prosedur ini sering digunakan untuk memperbaiki penglihatan pada orang dengan kerusakan kornea. Selain itu, metode ini juga bisa menghilangkan rasa sakit atau gejala lain yang terkait dengan penyakit kornea.

Beberapa kondisi yang dapat diatasi dengan transplantasi kornea antara lain:

  • Keratoconus (kornea menonjol keluar).
  • Distrofi Fuchs.
  • Penipisan kornea.
  • Jaringan parut kornea akibat infeksi atau cedera.
  • Pengaburan kornea.
  • Pembengkakan kornea.
  • Ulkus kornea akibat infeksi.
  • Komplikasi akibat operasi mata sebelumnya.

Persiapan Sebelum Menjalani Transplantasi Kornea

Sebelum menjalani operasi ini, dokter akan menjelaskan mengenai prosedur dan risiko yang mungkin terjadi. Beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum operasi antara lain:

  • Pemeriksaan mata menyeluruh untuk mencari kondisi yang dapat menyebabkan komplikasi setelah operasi.
  • Pengukuran mata untuk menentukan ukuran kornea donor yang cocok untuk Anda.
  • Meninjau semua obat dan suplemen yang Anda konsumsi serta kemungkinan penghentian penggunaannya sebelum atau setelah operasi.
  • Pengobatan masalah mata lainnya yang tidak terkait dengan transplantasi kornea.

Menemukan Pendonor

Kornea yang digunakan dalam prosedur ini berasal dari donor yang sudah meninggal. Kornea tidak boleh digunakan jika pendonor memiliki gangguan sistem saraf pusat tertentu, infeksi, operasi mata sebelumnya, atau meninggal karena penyebab yang tidak diketahui.

Prosedur Transplantasi Kornea

Sebelum operasi, Anda mungkin akan diberikan obat penenang dan anestesi lokal untuk membuat mata Anda mati rasa.

Jika Anda menjalani jenis transplantasi kornea yang paling umum (penetrating keratoplasty), ahli bedah akan memotong seluruh ketebalan kornea yang abnormal atau sakit untuk mengangkat jaringan kornea yang rusak. Alat yang digunakan mirip pemotong kue (trephine) untuk membuat potongan melingkar tepat di area tersebut.

Setelah itu, kornea donor akan dipotong agar sesuai dengan ukuran kornea Anda. Kemudian, dokter bedah akan menjahit kornea dengan benang halus. Jahitan tersebut bisa dilepas pada kunjungan berikutnya.

Pada beberapa kasus, jika seseorang tidak memenuhi syarat untuk transplantasi kornea, dokter mungkin akan menggunakan kornea buatan (keratoprosthesis).

Prosedur Transplantasi Sebagian Kornea

Jenis transplantasi lainnya dilakukan untuk mengganti lapisan jaringan kornea tertentu atau hanya jaringan yang terkena penyakit. Jenis prosedur ini antara lain:

Endothelial Keratoplasty

Prosedur ini mengganti jaringan yang sakit dari lapisan belakang kornea, termasuk endotelium dan membran Descemet. Jaringan donor ditanamkan dengan hati-hati untuk menggantikan jaringan yang diangkat.

Terdapat dua jenis endothelial keratoplasty yaitu Descemet stripping endothelial keratoplasty (DSEK) yang menggunakan jaringan donor untuk menggantikan sepertiga bagian kornea, dan Descemet membrane endothelial keratoplasty (DMEK) yang menggunakan lapisan jaringan donor yang lebih tipis.

Anterior Lamellar Keratoplasty (ALK)

Prosedur ini mengganti lapisan depan kornea yang sakit, termasuk epitel dan stroma, tetapi tetap mempertahankan lapisan endotel belakang. Jenis prosedur ALK yang digunakan tergantung pada kedalaman kerusakan kornea.

Superficial anterior lamellar keratoplasty (SALK) hanya mengganti lapisan depan kornea sehingga lapisan endotel yang sehat tetap ada. Sedangkan deep anterior lamellar transplant (DALK) digunakan jika kerusakan kornea meluas hingga ke stroma.

Setelah Operasi

Setelah transplantasi kornea selesai, Anda mungkin akan:

  • Mengonsumsi beberapa obat, seperti obat tetes mata dan obat oral, untuk mencegah infeksi, pembengkakan, dan nyeri.
  • Menggunakan penutup mata untuk melindungi mata dalam proses penyembuhan pasca operasi.
  • Menjaga mata agar terhindar dari cedera dengan menerapkan tindakan pencegahan tambahan, termasuk saat melakukan aktivitas normal dan olahraga.
  • Melakukan pemeriksaan mata secara rutin untuk memastikan kondisi mata tetap baik.

Kemungkinan Komplikasi

Transplantasi kornea dianggap sebagai prosedur yang relatif aman, tetapi tetap memiliki risiko seperti prosedur bedah lainnya. Sekitar 1 dari setiap 10 transplantasi akan mengalami penolakan oleh sistem kekebalan tubuh.

Karena penggunaan jaringan donor yang sedikit pada DSEK dan terutama DMEK, risiko penolakan pada prosedur ini lebih rendah.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain infeksi, pendarahan, glaukoma, katarak, pembengkakan kornea, dan retina yang terlepas.

Penglihatan Setelah Transplantasi Kornea

Meskipun sebagian besar orang yang menjalani prosedur ini bisa mendapatkan penglihatan yang baik, setiap individu mungkin memiliki jenis perawatan dan hasil yang berbeda. Pada beberapa kasus, proses pemulihan penglihatan bisa memakan waktu beberapa minggu hingga satu tahun.

Anda sebaiknya menjadwalkan kunjungan rutin ke dokter mata sekali atau dua kali setahun. Jaringan transplantasi yang disumbangkan umumnya dapat bertahan seumur hidup.

Setelah lapisan luar kornea sembuh, dokter mata mungkin akan melakukan penyesuaian untuk meningkatkan penglihatan Anda, seperti memperbaiki ketidakrataan kornea (astigmatisme) atau mengoreksi kesalahan refraksi seperti rabun jauh atau rabun dekat menggunakan kacamata, softlens, atau operasi lasik dalam beberapa kasus.

Referensi

  1. Anonim. Cornea transplant. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cornea-transplant/about/pac-20385285. (Diakses pada 2 Desember 2020).
  2. Anonim. Cornea Transplant Surgery: What You Need to Know. https://www.webmd.com/eye-health/cornea-transplant-surgery#1. (Diakses pada 2 Desember 2020).

About The Author

Kolang-kaling: Kandungan Gizi, Manfaat, dan Resep Spesial Lebaran

7 Makanan Pembersih Plak Pembuluh Darah