Panggilan atau teks +62-0-274-37-0579

Torus Palatinus: Ciri-Ciri, Penyebab, dan Penanganan

Myles Bannister

Torus palatinus adalah kondisi pada langit-langit mulut. Simak informasi mengenai kondisi ini mulai dari gejala, penyebab, diagnosis, hingga pengobatan dan pencegahannya.

Apa Itu Torus Palatinus?

Torus palatinus adalah kondisi ketika langit-langit mulut memiliki benjolan akibat pertumbuhan tulang berlebih. Besar dan bentuk benjolan dapat berbeda-beda.

Kondisi ini umumnya tidak berbahaya atau menyebabkan penyakit seperti kanker. Sekitar 20-30% dari populasi manusia menderita torus palatinus, terutama wanita keturunan Asia.

Ciri dan Gejala Torus Palatinus

Torus palatinus biasanya tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala lainnya. Beberapa ciri dan gejalanya meliputi:

  • Benjolan pada langit-langit mulut (biasanya di tengah).
  • Ukuran benjolan sekitar 2-6 milimeter.
  • Benjolan tidak sakit saat disentuh.
  • Sulit berbicara.
  • Sukar mengunyah makanan.
  • Kesulitan menelan makanan dan minuman.
  • Makanan sering tersangkut pada langit-langit mulut.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Kelainan ini umumnya tidak berbahaya, tetapi benjolan pada langit-langit mulut juga dapat menunjukkan kondisi medis yang berpotensi berbahaya. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala di atas dengan gejala lainnya seperti:

  • Demam.
  • Ulkus pada gusi.
  • Benjolan di bagian tubuh lainnya.
  • Badan terasa tidak enak.
  • Benjolan pada langit-langit mulut terasa sakit.
  • Gigi patah.
  • Sakit gigi.
  • Gusi membengkak.

Penanganan medis diperlukan untuk meningkatkan kesembuhan dan mencegah kondisi memburuk.

Penyebab Torus Palatinus

Penyebab torus palatinus belum diketahui pasti, namun diyakini terkait dengan faktor genetik. Kelainan ini mungkin diturunkan kepada anak.

Faktor Risiko Torus Palatinus

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami kelainan tulang pada langit-langit mulut:

  • Usia di atas 30 tahun.
  • Konsumsi ikan laut dalam jumlah dan jangka waktu yang lama karena mengandung vitamin D tinggi yang merangsang pertumbuhan tulang.
  • Peningkatan kepadatan tulang terutama pada wanita menopause.
  • Kebiasaan menggeretak gigi.
  • Bentuk mulut dan gigi yang menumpuk.

Diagnosis Torus Palatinus

Dokter gigi dan mulut akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis kelainan ini.

1. Anamnesis

Dokter akan meminta informasi mengenai gejala, riwayat medis, konsumsi makanan, dan alergi obat.

2. Pemeriksaan Fisik

Dokter akan memeriksa secara langsung benjolan pada langit-langit mulut untuk memastikan apakah terkait torus palatinus.

3. Pemeriksaan Penunjang

Pada beberapa kasus, dokter mungkin memerlukan pemeriksaan penunjang seperti rontgen, CT Scan, atau MRI untuk memeriksa kondisi dalam langit-langit mulut.

Pasien juga perlu kontrol rutin untuk memantau perkembangan tulang yang tumbuh.

Penanganan Torus Palatinus

Mayoritas kasus torus palatinus tidak memerlukan penanganan medis karena tidak berbahaya. Penanganan medis dilakukan jika benjolan pada langit-langit mulut menyebabkan ketidaknyamanan seperti kesulitan makan atau berbicara.

  • Makanan lembut.
  • Pembersihan gigi dan mulut dengan air garam atau cairan kumur antiseptik.

Pencegahan Torus Palatinus

Belum ada informasi mengenai cara pencegahan karena penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Referensi

  1. Anonim. Torus Palatinus: Causes, Complication, and Treatment.https://www.colgate.com/en-us/oral-health/mouth-and-teeth-anatomy/torus-palatinus-causes-complications-and-treatment (accessed on 21 October2020)
  2. Christiano, D. 2018. What Is Torus Palatinus and How Is It Treated? https://www.healthline.com/health/torus-palatinus#outlook (accessed on 21 October 2020)
  3. Villines, D. 2020. What is torus palatinus? https://www.medicalnewstoday.com/articles/torus-palatinus#symptoms (accessed on 21 October 2020)

About The Author

Kenali Penyebab Jerawat di Dagu dan Cara Menghilangkannya Berikut Ini!

Betadine Feminine Care – Cara Pakai, Indikasi, dan Kontraindikasi