Panggilan atau teks +62-0-274-37-0579

Oligomenore: Gejala, Pengebab, Pengobatan, dll

Myles Bannister

Oligomenore adalah masalah pada siklus menstruasi wanita. Kondisi ini dapat disebabkan oleh perubahan hormon atau kondisi medis tertentu. Pelajari lebih lanjut tentang gejala, penyebab, dan pengobatan oligomenore.

Apa Itu Oligomenore?

Oligomenore adalah kondisi di mana wanita mengalami menstruasi lebih jarang dari biasanya. Seseorang dapat didiagnosis dengan oligomenore jika tidak mengalami menstruasi selama lebih dari 35 hari secara teratur.

Wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda-beda, biasanya antara 21 hingga 35 hari. Wanita yang mengalami oligomenore akan melewatkan menstruasi selama lebih dari 35 hari dan hanya mengalami menstruasi kurang dari 9 kali dalam setahun.

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh perubahan hormon, baik yang terjadi secara alami (selama pubertas dan menopause) maupun karena kondisi medis tertentu.

Gejala Oligomenore

Berikut adalah beberapa gejala oligomenore yang perlu diwaspadai:

  • Menstruasi tidak terjadi selama 35 hari
  • Menstruasi kurang dari sembilan kali dalam setahun
  • Siklus haid yang tidak teratur
  • Darah menstruasi keluar lebih sedikit dari biasanya

Kapan Harus ke Dokter?

Perubahan siklus menstruasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penggunaan alat kontrasepsi seperti pil KB atau KB hormonal lainnya.

Jika Anda tidak menggunakan alat kontrasepsi dan mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk memastikan kondisi Anda.

Penyebab Oligomenore

Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi siklus menstruasi dan menyebabkan oligomenore. Faktor-faktor ini umumnya terkait dengan produksi hormon dalam tubuh.

Siklus menstruasi dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron. Setiap kondisi yang memengaruhi produksi hormon dapat menjadi penyebab oligomenore.

Beberapa siklus hidup wanita yang biasanya memengaruhi keseimbangan hormon meliputi pubertas, menopause, persalinan, dan menyusui. Semua kondisi ini dapat menyebabkan perubahan siklus menstruasi.

Perubahan hormonal juga sering terjadi ketika wanita mulai menggunakan kontrasepsi hormonal seperti IUD atau pil KB.

Kondisi lain yang dapat memengaruhi perubahan hormon pada wanita adalah obesitas, penurunan berat badan ekstrem, stres emosional, gangguan makan (anoreksia atau bulimia), konsumsi obat-obatan tertentu, dan olahraga berat.

Oligomenore juga dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu seperti insufisiensi ovarium primer, penyakit radang panggul, polycystic ovarian syndrome (PCOS), gangguan tiroid, tumor yang mengeluarkan hormon, hiperprolaktinemia, prolaktinoma, penyumbatan pada rahim, leher rahim, dan/atau vagina, penyakit Graves, sindrom Prader-Willi, diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang tidak terkontrol.

Diagnosis Oligomenore

Tidak semua perubahan siklus menstruasi berbahaya. Jika Anda mencurigai ada masalah serius, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Berikut adalah beberapa tahapan dalam diagnosis oligomenore:

1. Anamnesis

Dokter akan bertanya tentang siklus menstruasi Anda, riwayat keluarga, riwayat seksual, riwayat kehamilan, riwayat medis, dan riwayat operasi.

2. Pemeriksaan Fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan rektovaginal jika diperlukan.

3. Tes Lainnya

Jika penyebab oligomenore masih belum pasti, dokter dapat melakukan beberapa tes tambahan seperti tes darah, tes hormon dan fungsi tiroid, tes urine, pap smear, biopsi jaringan, tes pencitraan (USG, CT scan, atau MRI), atau pembedahan.

Pengobatan Oligomenore

Perawatan oligomenore harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Perubahan gaya hidup dan terapi medis dapat menjadi pilihan perawatan.

1. Perubahan Gaya Hidup

Jika oligomenore disebabkan oleh faktor seperti berat badan, olahraga, atau stres, dokter dapat merekomendasikan perubahan gaya hidup sebagai perawatan.

2. KB Hormonal atau Terapi Hormon

Kontrasepsi hormonal atau terapi hormon dapat digunakan untuk mengatur siklus menstruasi. Terapi hormon lainnya seperti GnRH agonist juga bisa digunakan dengan resep dokter.

3. Mengobati Kondisi yang Mendasarinya

Jika oligomenore disebabkan oleh kondisi medis tertentu, pengobatan kondisi tersebut menjadi langkah yang harus diambil.

Komplikasi Oligomenore

Jika oligomenore disebabkan oleh kondisi medis serius seperti PCOS atau kanker, komplikasi seperti infertilitas dapat terjadi.

Pencegahan Oligomenore

Tidak ada cara khusus untuk mencegah oligomenore. Namun, menjaga gaya hidup sehat seperti menjaga berat badan ideal, berolahraga rutin, mengelola stres, dan menghindari aktivitas seksual berisiko dapat membantu mencegah beberapa penyebab oligomenore.

Referensi

  1. Heitz, David. 2017. Oligomenorrhea. https://www.healthline.com/health/oligomenorrhea. (Diakses 7 September 2020).
  2. Norman, Abby. 2020. An Overview of Oligomenorrhea. https://www.verywellhealth.com/an-overview-of-oligomenorrhea-4584379#symptoms. (Diakses 7 September 2020).
  3. Welt, Corrine K. 2020. Patient education: Absent or irregular periods (Beyond the Basics). (Diakses 7 September 2020).

About The Author

Vaksin Biofarma: Manfaat, Dosis, Efikasi, Efek Samping, Harga Vaksin dll

Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 19 Minggu