Panggilan atau teks +62-0-274-37-0579

Oligohidramnion: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Myles Bannister

Penjelasan mengenai oligohidramnion, termasuk pengertian, penyebab, gejala, diagnosis, komplikasi, dan pengobatan.

Apa itu oligohidramnion?

Oligohidramnion adalah kekurangan cairan amnion (cairan ketuban) pada ibu hamil. Oligohidramnion terjadi ketika indeks kantung amnion kurang dari 5 cm atau volume cairan amnion kurang dari 500 cc.

Oligohidramnion biasanya terjadi pada trimester III kehamilan, tetapi dalam beberapa kasus dapat terjadi pada trimester I atau II.

Oligohidramnion pada trimester awal kehamilan biasanya dikaitkan dengan komplikasi serius, tetapi ini jarang terjadi.

Penyebab oligohidramnion

Oligohidramnion dapat disebabkan oleh masalah pada janin atau masalah pada kehamilan. Berikut adalah beberapa penyebab oligohidramnion:

1. Penyebab yang bersumber dari janin

Oligohidramnion dapat disebabkan oleh beberapa masalah pada janin, seperti kelainan pada saluran kemih, kelainan kromosom, pertumbuhan janin terhambat, dan janin menelan cairan amnion secara berlebih.

2. Penyebab yang bersumber dari kehamilan

Oligohidramnion juga dapat disebabkan oleh masalah pada kehamilan, seperti pecahnya membran amnion, insufisiensi plasenta, kehamilan lewat bulan, dan penggunaan obat tertentu.

Gejala oligohidramnion

Gejala oligohidramnion meliputi perut yang lebih kecil dari usia kehamilan, mulai terdengar detak jantung janin sejak bulan ke-5, dan ibu merasakan nyeri ketika janin bergerak.

Diagnosis oligohidramnion

Oligohidramnion dapat didiagnosis melalui USG atau ultrasonografi untuk mengukur indeks cairan amnion. Jika nilai indeks cairan amnion kurang dari 5 cm, maka ibu hamil dinyatakan mengalami oligohidramnion.

Amnioskopi juga dapat digunakan untuk mendeteksi oligohidramnion dengan lebih jelas.

Komplikasi oligohidramnion

Oligohidramnion dapat menyebabkan beberapa komplikasi pada kehamilan, seperti kelahiran prematur dan proses persalinan yang kompleks. Terhadap janin, oligohidramnion dapat menyebabkan deformitas, kompresi tali pusat, fetal distress, dan gangguan tumbuh kembang janin intrauterin.

Pengobatan oligohidramnion

Pengobatan oligohidramnion tergantung pada usia kehamilan. Jika usia kandungan kurang dari 38 minggu, pengobatan meliputi istirahat, konsumsi cairan yang cukup, perbaikan pola diet, dan pemantauan dengan USG. Jika usia kandungan 38-41 minggu, proses persalinan dapat dipercepat dengan induksi persalinan atau operasi sesar.

Sumber:

  1. Sulaiman S, Djamhoer M, & Firman F. 2004. Ilmu Kesehatan Reproduksi: Obstetri Patologi. Jakarta: EGC
  2. Ida Bagus Gde Manuaba, Ida Ayu Chandranita Manuaba, & Ida Bagus Gde Fajar Manuaba. 2007. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta: EGC
  3. Unimus: Tinjauan Pustaka (Cairan Amnion). http://repository.unimus.ac.id/1309/3/5.%20BAB%20II%20Tinjauan%20Pustaka.pdf [diakses pada 25 Maret 2019]
  4. Academia: Oligo hidramnion (oleh Rully Cakra). https://www.academia.edu/8402964/Oligo_hidramnion [diakses pada 25 Maret 2019]

About The Author

10 Cara Mengatasi Kebotakan pada Pria (No. 5 Paling Mudah)

Mengenal Cold Chain untuk Menjaga Kualitas Vaksin COVID-19