Panggilan atau teks +62-0-274-37-0579

Bisul di Kemaluan: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Myles Bannister

Jika Anda mengalami benjolan yang dicurigai sebagai bisul di sekitar area kemaluan, maka artikel ini cocok untuk Anda. Pelajari penyebab, gejala, dan cara mengobati bisul di kemaluan pria atau wanita. Temukan beberapa salep bisul di kemaluan.

Penyebab Benjolan di Kemaluan

Benjolan pada kemaluan adalah gejala yang sering dikeluhkan banyak orang. Namun, perlu diketahui apakah benjolan tersebut benar-benar bisul atau disebabkan oleh hal lain?

Penyebab benjolan di kemaluan selain bisul adalah peradangan folikel rambut (folikulitis), pembesaran kelenjar Bartolini (pada wanita), kutil kelamin, bintik Fordyce, limfokel (banyak pada pria), kanker serviks, kanker penis, herpes genitalis, dan molluscum contagiosum.

Pada umumnya, bisul jarang terjadi pada mukosa vagina atau batang penis, namun sering terjadi pada daerah kulit sekitar kemaluan seperti selangkangan dan bokong.

Apa itu Bisul di Kemaluan?

Bisul di kemaluan disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang menyebabkan peradangan pada folikel rambut dan jaringan di sekitarnya.

Penyebab Bisul di Kemaluan

Bakteri tersebut merupakan bakteri komensal pada kulit manusia yang sebenarnya tidak berbahaya dalam jumlah yang sedikit. Orang yang memiliki faktor risiko di bawah ini lebih rentan terkena bisul:

Berikut adalah beberapa faktor risiko terjadinya bisul di kemaluan pria atau wanita:

  1. Kadar gula darah yang tinggi atau penderita penyakit diabetes mellitus
  2. Sering menggunakan pakaian yang terlalu ketat sehingga menyebabkan kulit selangkangan sering terkena gesekan.
  3. Kebiasaan mencukur rambut kemaluan atau waxing
  4. Kurang menjaga kebersihan daerah kelamin dan sekitarnya
  5. Sistem kekebalan tubuh yang rendah atau melemah seperti sedang sakit
  6. Penggunaan obat jamur atau obat antivirus dalam jangka waktu yang lama
  7. Status gizi obesitas (nilai Indeks Massa Tubuh lebih dari 27). Yuk, cek IMT!

Tanda dan Gejala Bisul di Kemaluan

Bisul di kemaluan memiliki tanda dan gejala yang cukup khas sehingga mudah dideteksi.

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala bisul di kemaluan yang mudah diketahui:

  1. Bisul dimulai dengan benjolan di kemaluan yang meradang dan kemerahan
  2. Disertai dengan rasa gatal dan nyeri
  3. Lambat laun terbentuk pus atau nanah di dalam bisul
  4. Benjolan tersebut dapat pecah dan mengeluarkan nanah
  5. Bisul di kemaluan dapat sembuh tetapi dapat meninggalkan luka jaringan parut
  6. Disertai dengan gejala sistemik seperti demam dan pembesaran kelenjar getah bening regional (pada kasus yang parah)

Cara Mengobati Bisul di Kemaluan

Bisul pada kemaluan tidak boleh dipencet. Sebaliknya, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mempercepat penyembuhan bisul seperti:

1. Berikan Kompres Hangat

Cara mengobati bisul di kemaluan tahap pertama adalah dengan memberikan kompres hangat pada bisul agar cepat kering.

Letakkan kain kasa steril yang dibasahi dengan air hangat selama 10-15 menit pada area bisul. Langkah ini dapat diulangi sebanyak dua kali dalam sehari hingga bisul mengering dan sembuh.

2. Gunakan Obat Bisul Oral

Obat oral dapat digunakan jika bisul di kemaluan tidak kunjung sembuh atau disertai dengan demam, kurangnya nafsu makan, pembesaran kelenjar getah bening, dan peningkatan jumlah bisul di kemaluan.

Berikut adalah beberapa obat bisul yang dapat diminum sesuai dengan resep dokter untuk mengatasi bisul di kemaluan:

Paracetamol

Anda dapat menggunakan parasetamol bersamaan dengan penggunaan salep bisul jika Anda mengalami bisul dan demam. Parasetamol dapat menurunkan demam dan meredakan rasa nyeri akibat bisul.

Amoksisilin

Terdapat obat bisul oral golongan penisilin yang dapat mengatasi bisul, yaitu amoksisilin. Minumlah amoksisilin sesuai dengan dosis yang tepat. Namun, orang yang alergi terhadap amoksisilin sebaiknya tidak menggunakan obat amoksisilin karena dapat memicu reaksi alergi.

Sefalosporin

Obat golongan sefalosporin juga dapat menjadi obat bisul oral. Contoh kandungan obat yang termasuk dalam sefalosporin adalah sefaleksin, sefradin, sefadroksil, sefaklor, dan sefprozil.

Eritromisin

Terdapat juga obat bisul oral yang termasuk dalam kelompok makrolida, yaitu eritromisin. Eritromisin dapat melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus.

Pemakaian obat bisul oral harus selesai sesuai dengan yang telah diresepkan oleh dokter. Hal ini bertujuan untuk mencegah resistensi bakteri dan kambuhnya bisul. Jangan mencet bisul sendiri karena dapat meningkatkan risiko infeksi dan peradangan yang lebih parah pada kulit.

3. Gunakan Sabun Antiseptik dan Salep Bisul

Pembentukan bisul dapat dicegah dengan menggunakan sabun antiseptik. Namun, janganlah menggunakan sabun antiseptik secara berlebihan untuk daerah kemaluan.

Hal ini karena sabun antiseptik dapat membunuh bakteri baik, seperti Lactobacillus, terutama pada daerah kewanitaan, sehingga meningkatkan risiko infeksi jamur dan bakteri lainnya.

Penggunaan sabun antiseptik sebaiknya dilakukan dengan mengoleskan salep bisul, seperti:

Mupirosin

Salep bisul yang mengandung mupirosin dapat mengatasi bisul di kemaluan. Cara menggunakan salep mupirosin adalah dengan mengoleskan salep bisul di kemaluan sebanyak dua kali sehari. Para wanita bisa menggunakan obat bisul di bibir kemaluan selama 7-10 hari berturut-turut.

Garamisin

Salep yang mengandung garamisin juga bisa mengobati bisul di kemaluan. Garamisin merupakan obat bisul yang efektif melawan infeksi akibat bakteri Staphylococcus aureus. Namun, garamisin tidak boleh digunakan pada anak di bawah usia 1 tahun atau pada pasien yang memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap garamisin.

Gentamisin

Salep bisul dengan kandungan gentamisin juga dapat mengatasi bisul di kemaluan pada pria dan wanita. Oleskan salep bisul gentamisin sebanyak 3-4 kali setiap hari.

  1. PIONAS-BPOM. Amoksisilin. http://pionas.pom.go.id/monografi/amoksisilin [diakses pada 9 April 2019]
  2. PIONAS-BPOM. Eritromisin. http://pionas.pom.go.id/monografi/eritromisin [diakses pada 9 April 2019]

About The Author

Latihan Treadmill Secara Rutin dan Dapatkan 6 Manfaatnya!

Cara Mengatasi Hiperpigmentasi pada Ibu Hamil