Panggilan atau teks +62-0-274-37-0579

Apakah Sering Ngemil Bisa Bikin Tubuh Gemuk?

Myles Bannister

Meskipun nikmat, ngemil sering kali dianggap sebagai salah satu penyebab tubuh Anda menjadi gemuk. Namun, apakah benar ngemil membuat tubuh menjadi gemuk? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini!

Apakah Ngemil Bisa Bikin Gemuk?

Ngemil didefinisikan sebagai konsumsi makanan di antara waktu makan utama; seperti sarapan, makan siang, dan makan malam.

Ngemil dapat membuat tubuh menjadi gemuk jika camilan yang dikonsumsi memiliki sedikit nutrisi tetapi tinggi lemak jenuh, gula, dan natrium. Kombinasi frekuensi dan porsi yang berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Di sisi lain, ngemil camilan sehat yang kaya protein dan serat dalam porsi yang wajar dapat membantu menurunkan berat badan.

Penting untuk memperhatikan jenis camilan, tujuan ngemil, frekuensinya, dan perilaku ngemil seseorang untuk menentukan apakah ngemil bikin gemuk atau tidak.

Ngemil yang Bikin Gemuk

Camilan tertentu yang cenderung bikin gemuk termasuk makanan olahan yang tinggi kalori, lemak, tambahan gula, dan garam. Namun, makanan ini masih bisa dimasukkan ke dalam diet yang seimbang jika ngemilnya tidak berlebihan.

Berikut adalah beberapa contoh camilan yang bikin gemuk:

1. Kue Kering dan Donat

Kue kering dan donat mengandung banyak gula, tepung halus, lemak, dan kalori tinggi.

2. Kentang Goreng dan Keripik Kentang

Kentang goreng dan keripik kentang tinggi lemak, karbohidrat olahan, dan garam.

3. Buah Kalengan

Buah kalengan biasanya diawetkan dalam sirup jagung dan tambahan gula yang dapat membuat Anda gemuk.

4. Cokelat Batangan

Cokelat batangan biasanya tinggi kalori dan gula.

5. Es Krim

Es krim mengandung gula dan lemak yang tinggi.

Tips Ngemil yang Tidak Bikin Gemuk

Jika ingin ngemil di antara waktu makan, pilihlah makanan utuh yang tidak diproses. Beberapa contohnya yaitu:

1. Buah dan Sayuran

Buah dan sayuran kaya serat, vitamin, dan gula alami yang lambat dicerna.

2. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan mengandung lemak sehat yang baik untuk jantung dan otak.

3. Popcorn Polos

Popcorn polos rendah kalori dan kaya karbohidrat kompleks dan serat.

4. Telur Rebus

Telur rebus mengandung asam lemak omega-3, protein, dan asam amino esensial.

5. Cokelat Hitam dan Almond

Cokelat hitam mengandung antioksidan dan almond kaya lemak sehat.

Porsi camilan harus disesuaikan dengan tingkat aktivitas dan porsi makan yang seimbang. Jangan ngemil terlalu banyak atau terlalu sering.

Referensi

  1. Anonim. The Science of Snacking. [https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/snacking/](https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/snacking/). (Diakses pada 13 Oktober 2022)
  2. Link, Rachael. 2021. 11 Foods That May Contribute to Weight Gain. [https://www.healthline.com/nutrition/10-highly-fattening-foods](https://www.healthline.com/nutrition/10-highly-fattening-foods). (Diakses pada 13 Oktober 2022)
  3. Lang, Ariane. 2021. 29 Healthy Snacks That Can Help You Lose Weight. [https://www.healthline.com/nutrition/29-healthy-snacks-for-weight-loss](https://www.healthline.com/nutrition/29-healthy-snacks-for-weight-loss). (Diakses pada 13 Oktober 2022)
  4. Maldonado, Jennifer. 2021. The Unhealthiest Snack Foods, According to Science. [https://www.eatthis.com/snacks-causing-weight-gain/](https://www.eatthis.com/snacks-causing-weight-gain/). (Diakses pada 13 Oktober 2022)
  5. Spritzler, Franziska. 2019. Is Snacking Good or Bad for You?. [https://www.healthline.com/nutrition/snacking-good-or-bad](https://www.healthline.com/nutrition/snacking-good-or-bad). (Diakses pada 13 Oktober 2022)

About The Author

Mengenal Retail Therapy, Cara Perbaiki Suasana Hati dengan Belanja

7 Tanda Anda Mengalami Gangguan pada Kelenjar Tiroid