Panggilan atau teks +62-0-274-37-0579

Ini 10 Perubahan yang Terjadi pada Vagina saat Hamil

Myles Bannister

Wanita mengalami banyak perubahan di tubuhnya saat hamil. Selain perut dan payudara yang membesar, perubahan pada vagina juga terjadi saat hamil. Simak penjelasannya berikut ini!

Perubahan Vagina saat Hamil

Seiring kehamilan, tubuh mengalami perubahan seperti perut yang membesar, payudara yang mengencang, dan perubahan suasana hati. Selain itu, vagina wanita hamil juga mengalami perubahan.

Pada kehamilan pertama, perubahan ini mungkin menimbulkan kekhawatiran. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui beberapa perubahan vagina saat hamil berikut:

1. Berisiko Tinggi terhadap Infeksi

Perubahan vagina pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko infeksi, baik infeksi bakteri maupun jamur. Kondisi ini disebabkan oleh peningkatan hormon estrogen dan perubahan pH vagina.

Penambahan glikogen akibat peningkatan estrogen memicu pertumbuhan sel jamur dalam vagina. Sementara itu, penurunan tingkat keasaman pH vagina memudahkan berkembangnya bakteri.

Kedua kondisi tersebut membuat wanita hamil lebih rentan terhadap infeksi seperti infeksi saluran kemih (ISK). Infeksi tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menyebabkan frekuensi buang air kecil yang meningkat.

Jika menjaga kebersihan area vagina saat hamil terabaikan, risiko infeksi akan lebih besar.

2. Warna Vagina Menjadi Kebiruan

Aliran darah meningkat selama kehamilan, sehingga vagina dapat berubah menjadi warna kebiruan atau keunguan. Ini disebut tanda Chadwick.

Perubahan warna vagina mungkin tidak terlihat karena tidak menimbulkan gejala. Perubahan warna ini biasanya berlangsung selama empat minggu dan hilang setelah melahirkan.

3. Rentan terhadap Varises Vagina

Selama kehamilan, pembuluh darah berwarna ungu tertentu terlihat lebih jelas. Ini disebabkan oleh tekanan dari perut yang membesar.

Pembengkakan pada pembuluh darah ini dikenal sebagai varises. Varises pada ibu hamil juga dapat terjadi di area vagina.

Menurut International Journal of Women’s Health, aliran darah menuju vagina meningkat selama kehamilan. Ini disebut sebagai vulvar varicosities.

Vulvar varicosities dapat terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Namun, tidak semua ibu hamil mengalaminya. Hanya sekitar 18-22 persen wanita hamil yang mengalaminya menurut penelitian.

Pada kebanyakan kasus, vulvar varicosities akan hilang dalam beberapa minggu setelah melahirkan.

4. Vagina dan Selangkangan Terasa Membengkak

Perubahan vagina saat hamil meliputi pembengkakan pada vagina dan selangkangan akibat peningkatan aliran darah di area tersebut.

Selama kehamilan, peredaran darah wanita meningkat karena aliran darah harus disuplai ke janin. Hal ini menyebabkan organ di sekitar vagina, seperti labia dan klitoris, mengalami peningkatan aliran darah dan membuat wanita lebih mudah terangsang.

Wanita hamil mungkin merasa vagina atau selangkangan terasa membengkak, meskipun sebenarnya tidak demikian.

5. Terasa Gatal

Perubahan vagina saat hamil termasuk rasa gatal akibat peningkatan cairan dan perubahan pH vagina.

Rasa gatal pada vagina adalah gejala umum kehamilan yang mungkin terjadi. Jadi, tidak perlu khawatir berlebihan ketika mengalaminya.

Namun, jika rasa gatal tidak hilang, semakin parah, atau disertai gejala lain, segera konsultasikan ke dokter. Gatal pada vagina bisa disebabkan oleh pertumbuhan bakteri atau jamur.

6. Berbau Menyengat

Perubahan pH vagina selama kehamilan dapat membuat vagina berbau lebih kuat. Meskipun tidak perlu khawatir, perubahan ini dapat mengganggu.

Selain itu, perubahan rasa pada vagina juga bisa terjadi selama kehamilan. Cairan vagina mungkin terasa asin atau metalik. Perubahan ini juga disebabkan oleh perubahan pH vagina saat hamil.

7. Lebih Mudah Orgasme

Perubahan vagina saat hamil ini terjadi karena peningkatan aliran darah pada organ intim.

Selama kehamilan, volume darah di tubuh meningkat hingga 50 persen. Sebagian besar darah menuju ke bagian bawah tubuh, termasuk vagina. Hal ini membuat vagina lebih sensitif.

Selain itu, produksi hormon estrogen, oksitosin, dan progesteron yang lebih tinggi dari biasanya meningkatkan gairah seksual pada wanita hamil. Wanita hamil juga lebih mungkin mengalami orgasme yang lebih intens.

8. Lebih Sensitif

Selama kehamilan, organ intim yang sudah sensitif menjadi lebih sensitif. Hal ini membuat wanita hamil lebih rentan terhadap iritasi.

Karena itu, gunakan produk yang aman dan tidak mengandung bahan iritan. Pilihlah produk yang memiliki label hipoalergenik, seperti sabun, detergen, atau produk rumah tangga lainnya.

9. Keputihan Lebih Banyak

Perubahan vagina saat hamil termasuk peningkatan produksi cairan vagina.

Perubahan ini disebabkan oleh peningkatan kadar estrogen dan progesteron dalam tubuh. Aliran darah yang meningkat selama kehamilan juga dapat menyebabkan peningkatan keputihan.

Keputihan tersebut termasuk kondisi normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Anda mungkin perlu menggunakan pantyliner untuk mengatasi kelembapan yang dihasilkan.

Normalnya, keputihan keluar dari vagina berwarna putih susu dan beraroma ringan.

Jika keputihan mengalami perubahan yang tidak normal, seperti berbau busuk, segera konsultasikan ke dokter. Hal ini mungkin menandakan adanya masalah pada vagina.

10. Mengeluarkan Flek

Pada trimester awal kehamilan, Anda mungkin mengalami perdarahan atau flek pada vagina. Ini adalah kondisi yang umum terjadi.

Perdarahan ringan atau flek biasanya merupakan tanda implantasi janin. Hal ini terjadi ketika embrio menempel pada dinding rahim. Penyebab lainnya adalah peningkatan volume darah.

Namun, Anda perlu berhati-hati karena perdarahan vagina bisa menjadi tanda keguguran atau masalah serius lainnya, seperti:

  • Solusio plasenta.
  • Kelahiran prematur.
  • Pembukaan rahim yang terlalu dini.
  • Ruptur uteri.

Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami perdarahan vagina dengan gejala lain, seperti kram yang parah.

Itulah beberapa perubahan vagina saat hamil yang perlu diketahui. Meskipun perubahan di atas umum terjadi, tetap waspada terhadap kemungkinan yang lebih serius.

Untuk itu, lakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan atau bidan untuk memantau perkembangan janin. Semoga bermanfaat!

Referensi

  1. Gavrilov, Sergey G. 2017. Vulvar Varicosities: Diagnosis, Treatment, and Prevention. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5500487/. (Diakses pada 14 April 2023).
  2. McDermott, Annette. 2016. How Pregnancy Affects Vaginal Health. https://www.healthline.com/health/vaginal-health/how-pregnancy-affects-vaginal-health. (Diakses pada 14 April 2023).
  3. Pevzner, Holly. 2022. 7 Ways Your Vagina Changes During Pregnancy. https://www.parents.com/pregnancy/my-body/changing/pregnancy-vaginal-changes/. (Diakses pada 14 April 2023).
  4. Yanek, Dawn. 2018. From Orgasms to Odd Scents: 10 Weird, but Totally Normal Ways Pregnancy Changes the Vagina. https://www.healthline.com/health/pregnancy/vaginal-changes. (Diakses pada 14 April 2023).

About The Author

Fitoestrogen: Manfaat, Sumber, dan Efek Samping

8 Manfaat Daun Pepaya Jepang yang Jarang Diketahui