Panggilan atau teks +62-0-274-37-0579

Apakah Rasa Sakit saat Buang Air Kecil Tanda Hamil?

Myles Bannister

Wanita hamil sering berkemih karena perubahan hormon dan pembesaran rahim yang menekan kandung kemih. Namun, sakit saat buang air kecil apakah tanda kehamilan? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Sakit Saat Buang Air Kecil Apakah Tanda Kehamilan?

Wanita bisa merasakan sakit saat kencing karena gangguan di saluran kemih. Apakah rasa sakit saat buang air kecil menjadi tanda hamil? Jawabannya belum tentu.

Vagina yang terinfeksi dapat membuat wanita sering buang air kecil dengan sakit yang tinggi. Rasa sakit juga bisa disebabkan oleh endometriosis atau penyakit menular seksual lainnya.

Wanita hamil bisa mengalami infeksi pada vagina karena perubahan hormon. Maka itu, sakit saat buang air kecil tidak selalu menjadi tanda kehamilan.

Cara akurat untuk mengetahui kehamilan adalah dengan tes kehamilan atau pemeriksaan ke dokter kandungan.

Penyebab Sakit saat Buang Air Kecil yang Perlu Diwaspadai

Kondisi yang memengaruhi kandung kemih atau area tubuh yang dekat dapat menyebabkan sakit saat buang air kecil (dysuria).

Ada banyak kondisi yang bisa menyebabkan penyakit ini. Oleh karena itu, sakit saat buang air kecil bukanlah tanda pasti kehamilan karena bisa disebabkan oleh beberapa penyakit.

Berikut ini adalah penyebab sakit saat buang air kecil:

1. Infeksi Saluran Kemih

Sakit saat buang air kecil dapat disebabkan oleh infeksi saluran kemih (ISK). ISK terjadi ketika bakteri menumpuk di saluran kemih.

Orang dengan ISK mungkin mengalami beberapa gejala, seperti:

  • Sering buang air kecil
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Buang air kecil yang tidak tuntas
  • Urine keruh atau bercampur darah
  • Demam
  • Urine berbau tidak sedap
  • Rasa sakit di samping dan belakang tubuh

2. Infeksi Menular Seksual

Sakit saat buang air kecil juga dapat disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia, gonore, dan herpes. Semua IMS tersebut dapat mempengaruhi saluran kemih dan menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil.

Gejala lainnya dapat bervariasi tergantung pada jenis IMS. Misalnya, herpes biasanya menyebabkan lesi seperti lepuh pada alat kelamin.

3. Infeksi Prostat

Infeksi bakteri akut dapat menyebabkan infeksi prostat atau prostatitis. Dan peradangan kronis lainnya, seperti IMS, juga bisa menyebabkan prostatitis.

Gejala lainnya dari infeksi prostat termasuk:

  • Kesulitan buang air kecil
  • Nyeri di kandung kemih, testis, dan penis
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari
  • Kesulitan ejakulasi dan nyeri ejakulasi

4. Batu Ginjal

Batu ginjal terjadi ketika kalsium atau asam urat mengendap dan membentuk batu keras di dalam dan di sekitar ginjal.

Terkadang, batu ginjal akan terbentuk di dekat saluran masuk kandung kemih. Ini dapat menyebabkan sakit saat buang air kecil. Selain dysuria, batu ginjal dapat memicu gejala lain seperti:

  • Rasa sakit di samping dan belakang
  • Urine berwarna merah muda atau cokelat
  • Urine keruh
  • Mual
  • Muntah
  • Rasa sakit yang berubah dalam intensitas
  • Demam
  • Demam yang naik turun
  • Buang air kecil sedikit tapi sering

5. Kista Ovarium

Kista ovarium adalah contoh bagaimana gangguan di luar kandung kemih dapat menekannya dan menyebabkan sakit saat buang air kecil pada wanita.

Kista ovarium bisa terbentuk di salah satu atau kedua ovarium, yang berada di sisi kandung kemih. Orang dengan kista ovarium mungkin juga mengalami beberapa gejala lain seperti:

  • Pendarahan vagina yang tidak normal
  • Nyeri panggul
  • Sulit mengetahui apakah kandung kemih kosong setelah buang air kecil
  • Nyeri saat menstruasi
  • Nyeri payudara
  • Nyeri punggung bagian bawah

6. Sistitis Interstitial

Sistitis interstisial atau sindrom nyeri kandung kemih merupakan kondisi yang menyebabkan iritasi kronis pada kandung kemih selama 6 minggu atau lebih tanpa adanya infeksi. Kondisi ini juga dapat menyebabkan beberapa gejala lain seperti:

  • Tekanan di area kandung kemih
  • Rasa sakit saat berhubungan seks
  • Nyeri pada vulva atau vagina
  • Sering buang air kecil tetapi sedikit urine yang keluar

7. Sensitivitas Kimia

Terkadang, bahan kimia seperti wewangian di luar tubuh bisa mengiritasi jaringan tubuh. Ketika buang air kecil, iritasi ini mungkin menjadi lebih terasa, dan rasa sakit saat buang air kecil dapat terjadi. Beberapa produk kimia yang dapat menyebabkan sensitivitas meliputi:

  • Cairan bilasan vagina
  • Sabun
  • Tisu toilet beraroma
  • Pelumas vagina
  • Busa kontrasepsi

Orang yang sensitif terhadap bahan kimia mungkin juga mengalami beberapa gejala lain seperti:

  • Pembengkakan
  • Kemerahan
  • Gatal
  • Iritasi kulit di atau sekitar alat kelamin

8. Infeksi atau Iritasi Vagina

Infeksi vagina dapat terjadi ketika bakteri atau jamur tumbuh berlebihan. IMS yang disebut trikomoniasis juga dapat menyebabkan infeksi vagina.

Gejala-gejala berikut dapat terjadi bersamaan dengan rasa sakit saat buang air kecil:

  • Bau yang tidak sedap atau keputihan yang tidak biasa
  • Iritasi vagina
  • Rasa sakit saat berhubungan seks
  • Pendarahan vagina, yang biasanya ringan

9. Obat-obatan

Beberapa obat, termasuk yang diresepkan oleh dokter untuk mengobati kanker kandung kemih, dapat mengiritasi dan memperburuk jaringan kandung kemih. Ini seringkali dapat menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil.

Jika seseorang mulai merasakan sakit saat buang air kecil setelah memulai pengobatan baru, segera hubungi dokter dan tanyakan apakah gejala tersebut kemungkinan efek samping dari obat. Jangan berhenti mengonsumsi obat tanpa berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Gejala lainnya bervariasi tergantung jenis obat yang digunakan.

10. Kanker Kandung Kemih

Kanker kandung kemih terjadi ketika sel kanker mulai tumbuh di kandung kemih. Rasa sakit saat buang air kecil biasanya bukan gejala awal dari kondisi ini. Sebaliknya, orang biasanya melihat darah dalam urine.

Gejala-gejala lain yang mungkin dari kanker kandung kemih meliputi:

  • Sering buang air kecil
  • Kesulitan buang air kecil atau aliran urine yang lemah
  • Rasa sakit di punggung bagian bawah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kehilangan berat badan
  • Kelelahan
  • Kaki bengkak
  • Sakit tulang

Cara Mengatasi Rasa Sakit saat Buang Air Kecil

Lakukan hal-hal berikut agar rasa sakit saat buang air kecil segera mereda:

  • Minum air putih yang cukup, minimal 6-8 gelas per hari
  • Jangan sering menahan kencing
  • Cuci vagina dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri masuk
  • Gunakan kondom saat berhubungan intim
  • Jaga kebersihan area vagina dengan rutin mengganti celana dalam setiap hari

Referensi

  1. Anonim. 2023. Bladder Pain During Pregnancy. https://momlovesbest.com/bladder-pain-during-pregnancy. (Diakses pada 10 April 2023)
  2. Anonim. Tips to treat painful urination and painful urination for pregnant women at home. https://www.vinmec.com/en/news/health-news/obstetrics-gynecology-and-assisted-reproductive-technologies-art/tips-to-treat-painful-urination-and-painful-urination-for-pregnant-women-at-home/. (Diakses pada 10 April 2023)
  3. Nall, Rachel. 2020. What causes painful urination (dysuria)?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323105. (Diakses pada 10 April 2023)

About The Author

Jenis Olahraga untuk Penderita Vertigo, Mudah dan Aman

10 Makanan Penambah Berat Badan Janin, Bumil Harus Tahu!