Panggilan atau teks +62-0-274-37-0579

Transplantasi Organ: Jenis, Proses, Prosedur, Manfaat, Risiko, dll

Myles Bannister

Transplantasi organ adalah pemindahan organ atau jaringan tubuh seseorang ke tubuh pasien yang membutuhkan dengan kondisi medis tertentu. Ketahui apa itu transplantasi, jenis-jenis transplantasi, dan semua yang wajib Anda tahu tentang transplantasi organ.

Apa Itu Transplantasi Organ?

Transplantasi organ adalah pengangkatan organ sehat dari satu orang dan dipindahkan ke orang lain yang sedang berada dalam kondisi medis berbahaya oleh karena organ yang akan digantikan mengalami kerusakan. Transplantasi dilakukan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Transplantasi organ sebelumnya harus dilakukan pemeriksaan yang detail, tidak boleh sembarangan, dan kadang memerlukan waktu yang lama untuk menemukan pendonor organ yang cocok dengan kondisi genetika pasien yang akan menerima organ.

Banyak kasus transplantasi organ yang berhasil baik pasien dan pendonor sehat, namun transplantasi organ memiliki banyak resiko seperti kegagalan operasi, penolakan organ di tubuh baru, dan kondisi medis lainnya.

Proses transplantasi organ setiap pasien berbeda-beda tergantung kondisi tubuh, perawatan penyakit, dan organ tersebut, namun yang paling penting adalah kecocokan organ yang konsisten.

Jenis Transplantasi Organ

Transplantasi organ adalah salah satu pencapaian luar biasa dari dunia medis. Terdapat beberapa jenis transplantasi organ yang memungkinkan pasien dengan kondisi medis kronis bisa lebih baik.

Berikut ini adalah jenis-jenis transplantasi organ, yaitu:

1. Transplantasi Jantung

Transplantasi jantung dibutuhkan untuk pasien penyakit jantung kronis ketika perawatan jantung lainnya tidak bekerja dengan baik, dan bahkan memiliki resiko gagal jantung.

Pembedahan dilakukan dengan mentransplantasi jantung dengan jantung yang lebih sehat. Berikut ini beberapa indikator kondisi penyakit jantung yang mungkin membutuhkan transplantasi organ, yaitu:

  • Kardiomiopati gangguan kesehatan pada otot jantung atau lemah jantung
  • Coronary Artery Disease (CAD) yaitu kerusakan pada pembuluh darah utama di jantung.
  • Penyakit katup jantung
  • Congenital heart defect atau penyakit jantung bawaan
  • Takikardia ventricular (Ventricular tachycardia) kondisi ketika bilik bawah jantung berdenyut lebih cepat dari kondisi normal
  • Amyloidosis yaitu penumpukan protein amiloid di jantung, ginjal, hati, dan organ lainnya.
  • Gagal jantung dari transplantasi jantung sebelumnya

Transplantasi jantung adalah pembedahan besar yang membutuhkan prosedur medis ketat mulai dari mencari organ jantung yang cocok, proses transplantasi, hingga perawatan pasca transplantasi jantung.

2. Transplantasi Paru-Paru

Transplantasi paru-paru atau pencangkokan paru-paru dilakukan jika pasien memiliki masalah medis serius di paru-parunya dan perawatan atau pengobatan lainnya tidak berhasil.

Pencangkokan paru-paru tergantung pada seberapa serius kondisi pasien, bisa hanya cangkok satu paru-paru atau keduanya. Paru-paru dapat ditransplantasi bersama dengan donor jantung juga.

Paru-paru adalah organ yang paling penting di tubuh untuk mentransfer oksigen. Beberapa kondisi yang menjadi penyebab pasien harus melakukan cangkok paru-paru diantaranya:

  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Fibrosis paru
  • Hipertensi paru-paru
  • Cystic fibrosis

Penyakit paru-paru dapat dirawat dengan obat-obatan atau alat bantu pernapasan, namun jika semua perawatan tidak membantu banyak dan mengancam jiwa, dokter akan menganjurkan pencangkokan paru-paru dengan prosedur khusus.

3. Transplantasi Liver

Transplantasi hati adalah tindakan pembedahan untuk mengeluarkan liver yang mengalami komplikasi atau tidak bekerja sesuai fungsinya dan mentransplantasikan dengan liver yang sehat.

Liver adalah organ di dalam tubuh yang memegang fungsi penting, diantaranya:

  • Mengeluarkan bakteri dan racun dari darah
  • Mencegah infeksi dan merespon sistem kekebalan
  • Memproses makanan, nutrisi, dan hormon

Transplantasi hati adalah pilihan tindakan medis untuk pasien yang memiliki komplikasi liver dan tidak bisa disembuhkan dengan pengobatan atau perawatan medis lainnya.

4. Transplantasi Pankreas

Transplantasi pankreas dilakukan untuk mengobati kondisi penyakit pankreas yang serius, seperti diabetes tipe 1 yang tidak terkontrol dengan baik dan penyakit pankreas lainnya.

5. Transplantasi Kornea

Transplantasi kornea adalah operasi untuk mengganti kornea yang rusak atau tidak normal dengan kornea sehat dari pendonor. Tujuan transplantasi kornea adalah untuk memulihkan atau meningkatkan penglihatan pasien.

Beberapa kondisi yang dapat diatasi dengan transplantasi kornea antara lain:

  • Keratokonus yaitu kondisi kornea mata menonjol
  • Fuchs’ dystrophy
  • Penipisan kornea
  • Jaringan parut pada kornea yang menyebabkan sulit untuk melihat
  • Ulkus kornea

6. Transplantasi Ginjal

Transplantasi ginjal adalah prosedur untuk mengganti ginjal yang rusak dengan ginjal yang sehat. Transplantasi ginjal merupakan pilihan perawatan bagi pasien yang memiliki gagal ginjal akut atau kronis.

7. Transplantasi Kulit

Transplantasi kulit adalah prosedur untuk mengganti bagian kulit yang rusak dengan kulit yang sehat. Transplantasi kulit dilakukan pada pasien dengan luka bakar, luka terbuka, atau kondisi kulit lainnya yang membutuhkan perbaikan.

8. Transplantasi Trakea

Transplantasi trakea adalah prosedur pencangkokan atau penggantian trakea yang rusak atau terganggu dengan trakea dari pendonor.

Proses Transplantasi Organ

Transplantasi organ merupakan prosedur medis yang melibatkan tim medis dan persiapan yang cermat. Proses transplantasi organ meliputi:

  • Mencari pendonor yang cocok
  • Mengatur biaya transplantasi
  • Mengevaluasi kecocokan organ dengan pasien
  • Operasi transplantasi organ
  • Perawatan pasca operasi
  • Memantau kondisi pendonor

Transplantasi organ adalah operasi yang kompleks dan memiliki risiko. Sebelum menjalani transplantasi organ, penting untuk berkonsultasi dengan tim medis untuk mendapatkan informasi yang detail mengenai prosedur dan persiapan yang harus dilakukan.

Manfaat Transplantasi Organ

Transplantasi organ dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi pasien, antara lain:

  • Menyelamatkan hidup
  • Memperbaiki kualitas hidup
  • Mengurangi ketergantungan pada pengobatan tertentu
  • Mengatasi cacat atau kondisi medis tertentu

Risiko Transplantasi Organ

Proses transplantasi organ tidak bebas risiko dan dapat melibatkan beberapa komplikasi, seperti:

  • Penolakan organ oleh tubuh
  • Kegagalan organ
  • Infeksi
  • Komplikasi pasca operasi

Pasien yang menjalani transplantasi organ harus mengikuti perawatan dan pengobatan yang ketat serta memantau kondisi kesehatan secara berkala. Penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang risiko dan komplikasi yang terkait dengan transplantasi organ.

Referensi:

  1. Mayo Clinic. 2019. Lung Transplant. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/lung-transplant/about/pac-20384754. (Diakses pada 20 September 2019).
  2. Mayo Clinic. 2019. Heart Transplant. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/heart-transplant/about/pac-20384750. (Diakses pada 20 September 2019).
  3. Mayo Clinic. 2019. Liver Transplant. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/liver-transplant/about/pac-20384842. (Diakses pada 20 September 2019).
  4. Mayo Clinic. 2019. Pancreas Transplant. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/pancreas-transplant/about/pac-20384783. (Diakses pada 20 September 2019).
  5. Mayo Clinic. 2019. Cornea Transplant. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cornea-transplant/about/pac-20385285. (Diakses pada 20 September 2019).
  6. Mayo Clinic. 2019. Kidney Transplant. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/kidney-transplant/about/pac-20384777. (Diakses pada 20 September 2019).
  7. Shimizu, Ruka and Kazuo Kishi. 2012. Skin Graft. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3335647/. (Diakses pada 20 September 2019).
  8. Sing Health. 2016. Types of Organ Transplants. https://www.healthxchange.sg/men/heart-lungs/types-organ-transplants. (Diakses pada 20 September 2019).
  9. WebMD. 2018. 1st Trachea Transplant From Stem Cells. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/news/20081119/1st-trachea-transplant-from-stem-cells. (Diakses pada 20 September 2019).

About The Author

10 Bahaya Minum Lemon Terlalu Sering bagi Kesehatan Tubuh!

Ventrikel Takikardi: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan, dll