Panggilan atau teks +62-0-274-37-0579

7 Cara Pencegahan HIV/AIDS yang Dapat Anda Lakukan

Myles Bannister

HIV (human immunodeficiency virus) adalah infeksi yang menyebabkan gangguan sistem imun sehingga sel-sel alami tubuh tidak mampu melawan infeksi dan penyakit. Infeksi HIV yang tidak mendapatkan pengobatan akan menyebabkan AIDS (acquired immunodeficiency syndrome), yaitu kondisi kronis yang sangat mengancam jiwa. Apa saja langkah pencegahan yang bisa dilakukan?

Cara Penularan HIV ke Dalam Tubuh

Sebelum menjelaskan mengenai cara mencegah HIV, perlu diketahui bahwa penularan virus ini bisa terjadi melalui paparan cairan tubuh langsung dengan orang yang positif HIV, seperti:

  • Darah.
  • Air mani.
  • Cairan rektal.
  • Cairan vagina.
  • Cairan pra-seminal atau cairan pra-ejakulasi.
  • Cairan ASI.

Selain itu, cara penularan HIV/AIDS yang paling umum, antara lain:

  • Berhubungan seks tanpa kondom dengan penderita HIV, termasuk seks anal atau vaginal.
  • Berbagi alat suntik dengan penderita HIV.
  • Penularan HIV dari wanita hamil ke anaknya selama kehamilan.

HIV dapat menular bila salah satu bentuk cairan tubuh orang yang terinfeksi HIV masuk ke tubuh Anda. HIV tidak menular hanya dari kontak fisik biasa seperti berjabat tangan, berpelukan, atau aktivitas biasa lainnya.

Berbagai Langkah Mencegah Penularan HIV

Penyakit ini sangat berbahaya dan belum tersedianya obat/vaksin HIV, maka melindungi diri Anda dan orang lain dengan melakukan tindakan pencegahan adalah penting.

Berikut adalah beberapa cara pencegahan penyakit HIV yang penting untuk Anda ketahui, di antaranya:

1. Ketahui Pasangan Anda

Ketahui dengan siapa Anda akan melakukan hubungan seksual. Pastikan bahwa semua pihak aman dan bersih dari risiko penyakit menular seksual. Selain itu, disarankan untuk tidak memiliki banyak pasangan seksual untuk mengurangi risiko paparan HIV atau infeksi menular seksual lainnya

2. Gunakan Kondom

Setiap kali Anda melakukan seks, gunakan kondom yang baru baik untuk seks anal atau seks vaginal. Gunakan lubricant atau pelumas berbasis air agar kondom tidak rusak. Wanita juga dapat menggunakan kondom wanita.

3. Gunakan Jarum Suntik Steril

Apabila Anda menggunakan jarum suntik atau infus, gunakan jarum yang baru, bersih, dan steril. Termasuk penggunaan jarum untuk tato atau tindik. Jarum suntik bekas atau tidak steril berisiko menularkan virus.

4. Tes Penyakit Menular Seksual

Anda dan pasangan dapat menjalankan tes penyakit menular seksual untuk memastikan keamanan saat berhubungan seksual nanti. Tes ini dapat menjadi langkah preventif untuk tidak menularkan penyakit menular seksual ke orang lain.

5. Tes HIV

Pemeriksaan HIV adalah satu-satunya diagnosis HIV yang paling tepat. Ada beberapa jenis tes HIV, seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan antibodi, pemeriksaan kombinasi antibodi dan antigen. Bila Anda berada dalam golongan orang yang berisiko tinggi terkena HIV, segera lakukan tes HIV ini.

Saat ini alat tes HIV tersedia di apotek sehingga Anda bisa melakukan pengecekan mandiri di rumah. Namun, untuk hasil yang akurat, tetap dianjurkan untuk tes HIV di rumah sakit atau puskesmas.

6. Profilaksis Pra Pajanan (PPrP)

Profilaksis Pra Pajanan (PPrP) atau pre-exposure prophylaxis (PrEP) adalah salah satu pencegahan HIV untuk seseorang yang tidak positif HIV; namun memiliki risiko tinggi terpapar virus ini. Obat PrEP adalah cara mencegah HIV yang efektif jika digunakan secara konsisten. Anda bisa membelinya di sini.

Obat ini harus diminum 72 jam setelah seseorang memiliki risiko tinggi terpapar HIV, misalnya, menyadari bahwa Anda baru saja berhubungan seks dengan pasangan yang positif HIV.

Penting diketahui, obat pencegah HIV tersebut tergolong obat keras, jadi penggunaannya harus dengan resep dokter yang berpengalaman dalam pengelolaan infeksi HIV.

7. Sunat

Berdasarkan bukti medis, pria yang sudah sunat dapat mengurangi risiko terkena infeksi HIV. Walaupun demikian, tetap lakukan cara pencegahan HIV/AIDS seperti yang telah disebutkan di atas.

Cara Mencegah Penularan HIV dari Ibu ke Bayi

Seorang ibu hamil yang positif HIV dapat menularkan HIV pada bayinya, namun kondisi ini dapat dicegah dengan perawatan maksimal. Ibu hamil tersebut harus minum obat HIV yang diresepkan dokter.

Setelah bayi lahir, bayi juga membutuhkan perawatan dengan obat HIV. Selain itu, ibu juga sebaiknya tidak memberi ASI karena berisiko menularkannya. Kondisi ini sangat serius, harus konsultasi dengan dokter secara intensif.

Nah, itulah beberapa cara pencegahan HIV/AIDS yang penting untuk Anda ketahui. Seseorang yang positif HIV harus melakukan perawatan dengan obat HIV yang disebut antiretroviral therapy (ART) agar tidak menularkan HIV pada pasangannya yang negatif HIV.

Referensi

  1. Anonim. 2020. The Basics of HIV Prevention. https://aidsinfo.nih.gov/understanding-hiv-aids/fact-sheets/20/48/the-basics-of-hiv-prevention. (Diakses pada 4 Juni 2020).
  2. Anonim. 2019. HIV Prevention. https://www.cdc.gov/hiv/basics/prevention.html. (Diakses pada 4 Juni 2020).
  3. Anonim. 2020. HIV/AIDS. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiv-aids/symptoms-causes/syc-20373524. (Diakses pada 4 Juni 2020).
  4. Anonim. 2019. Prevention-HIV and AIDS. https://www.nhs.uk/conditions/hiv-and-aids/prevention/. (Diakses pada 4 Juni 2020).

About The Author

Marasmus: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Makan Buah Bikin Gemuk, Benarkah?