Panggilan atau teks +62-0-274-37-0579

5 Cara Penularan HIV yang Harus Dipahami (Disertai Pencegahan)

Myles Bannister

Banyak orang yang keliru tentang cara penularan HIV, yang mengakibatkan pengidap HIV mengalami stigma. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Jika tidak diobati dengan benar, pasien HIV dapat mengalami berbagai penyakit oportunistik yang menyertainya, juga dikenal sebagai AIDS. AIDS adalah tahap akhir infeksi HIV. Bagaimana cara virus ini menular?

Cara Penularan Virus HIV

Seseorang dapat terkena virus HIV melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pengidap HIV. Cairan tersebut adalah:

  • Darah
  • Air mani dan cairan pra-ejakulasi
  • Cairan rektum
  • Cairan vagina
  • ASI

Inilah beberapa cara penularan HIV:

1. Hubungan Seks yang Berisiko

HIV dapat menular melalui hubungan seksual. hal ini terjadi jika salah satu pasangan terjangkit HIV kemudian melakukan hubungan seks anal atau vaginal tanpa menggunakan kondom.

2. Penularan Lewat Jarum Suntik

HIV dapat menular melalui jarum suntik. Jarum suntik dapat ditemukan di rumah sakit, kalangan pengguna narkoba, akupuntur, dan jasa tato. Oleh karena itu, pastikan Anda menggunakan jarum suntik baru saat mendapatkan layanan akupuntur atau tato.

Juga perlu diketahui bahwa HIV dapat hidup dalam jarum bekas pakai hingga 42 hari tergantung suhu dan faktor lainnya.

3. Transfusi Darah

HIV dapat menular melalui transfusi darah, transplantasi organ, atau jaringan yang terkontaminasi HIV. Namun, risiko penularan HIV dari transfusi darah sangat kecil karena pengujian darah atau jaringan yang didonorkan.

4. Selama Kehamilan atau Menyusui

HIV dapat menular dari ibu ke anak selama kehamilan atau menyusui. Namun, penggunaan obat HIV dapat menurunkan risiko penularan HIV dari ibu ke bayi.

5. Kontak dengan Anggota Tubuh yang Luka

HIV dapat menular melalui kontak antara kulit luka atau selaput lendir dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi HIV. HIV juga dapat menular melalui ciuman dalam jika kedua pasangan memiliki luka atau pendarahan gusi. Akan tetapi, HIV tidak menyebar melalui air liur.

Cara Mencegah Penularan HIV

Setelah mengetahui cara penularan HIV di atas, berikut adalah cara mencegah penularan HIV:

1. Menggunakan Kondom

Gunakan kondom setiap kali melakukan hubungan seks, terutama jika Anda tidak tahu apakah pasangan Anda terinfeksi HIV atau tidak.

2. Hindari Penggunaan Jarum Suntik Bekas

Gunakan jarum suntik baru yang masih tersegel setiap kali akan menggunakan jarum suntik di rumah sakit, terapi akupuntur, atau tempat tato.

3. Hindari Penggunaan Obat Terlarang

Jangan menggunakan obat-obatan terlarang melalui jarum suntik bergantian karena dapat menyebabkan penularan HIV dan mempengaruhi kemampuan berpikir jernih. Hindari obat terlarang dan jarum suntik bekas.

4. Menggunakan Post-Exposure Prophylaxis (PEP)

Gunakan post-exposure prophylaxis jika Anda terpapar HIV melalui hubungan seks atau jarum suntik. Konsumsi obat ini segera dalam 72 jam pertama untuk mengurangi risiko terinfeksi HIV. Minum obat ini selama 28 hari.

5. Sunat

Sunat pada pria dapat membantu mengurangi risiko terkena infeksi HIV.

Pengobatan HIV

Meski belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV / AIDS, terdapat obat-obatan yang dapat mengendalikan HIV dan mencegah komplikasi penyakit oportunistiknya. Obat-obatan ini disebut antiretroviral therapy (ART). Setiap orang dengan HIV harus menggunakan ART, terlepas dari tahap infeksi atau komplikasinya.

ART terdiri dari kombinasi tiga atau lebih obat dari beberapa kelas obat yang berbeda. Pendekatan ini merupakan cara terbaik untuk menurunkan jumlah HIV dalam darah. Kelas obat anti-HIV meliputi:

  • Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTIs).
  • Inhibitor nukleosida atau nukleotida reverse transcriptase (NRTI).
  • Protease inhibitor (PIs).
  • Integrase inhibitor.
  • Entry atau fusion inhibitors.

Referensi

  1. HIV Transmission. https://www.cdc.gov/hiv/basics/transmission.html. (Diakses pada 10 Maret 2020).
  2. HOW DO YOU GET HIV? https://www.avert.org/hiv-transmission-prevention/how-you-get-hiv. (Diakses pada 10 Maret 2020).
  3. How is HIV spread? https://www.theaidsinstitute.org/node/261. (Diakses pada 10 Maret 2020).
  4. HIV/AIDS. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiv-aids/diagnosis-treatment/drc-20373531. (Diakses pada 10 Maret 2020).

About The Author

12 Penyebab BAB Berdarah yang Paling Sering Terjadi

Penyakit Hashimoto: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll