Panggilan atau teks +62-0-274-37-0579

4 Penyebab Sperma Encer dan Cara Mengatasinya

Myles Bannister

Air mani encer atau sperma encer sering dikaitkan dengan ketidaksuburan, padahal tidak selalu menjadi masalah serius. Air mani berfungsi membawa sperma keluar dari kelenjar prostat. Biasanya, air mani memiliki bentuk kental dengan warna keputihan, namun beberapa kondisi dapat mengubah warna dan bentuk. Bagaimana cara mengentalkan sperma? Berikut penjelasannya.

Penyebab Sperma Encer

Air mani yang encer dapat terjadi karena jumlah sperma yang rendah, gaya hidup, dan defisiensi nutrisi. Perubahan warna dan kekentalan air mani tidak selalu menjadi alasan untuk khawatir, tetapi sebaiknya temui dokter jika perubahan tersebut bertahan lebih dari seminggu atau disertai dengan gejala lain seperti nyeri, bengkak, demam, atau darah dalam urine.

Berikut adalah penyebab sperma encer yang perlu diketahui:

1. Oligospermia

Penyebab paling umum sperma encer adalah jumlah sperma yang rendah (oligospermia), yaitu kurang dari 15 juta sperma per mililiter. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan oligospermia antara lain:

Varikokel

Varikokel adalah pembesaran pembuluh darah vena di dalam skrotum yang menjadi penyebab utama sperma encer dan infertilitas pada pria. Namun, varikokel dapat diobati.

Infeksi

Salah satunya adalah penyakit menular seksual seperti gonore atau infeksi lain yang menyebabkan peradangan pada organ reproduksi, seperti epididimitis.

Tumor

Tumor ganas dan jinak di testis dapat memengaruhi produksi sperma.

Ketidakseimbangan Hormon

Perubahan hormon yang diproduksi di testis, kelenjar hipofisis, dan hipotalamus dapat memengaruhi produksi sperma.

Penyebab potensial lain yang bisa menyebabkan jumlah sperma rendah antara lain masalah ejakulasi seperti ejakulasi retrograde, antibodi antisperma dalam sistem kekebalan tubuh, dan cedera atau masalah lain dengan saluran pembawa sperma.

2. Sering Ejakulasi

Terlalu sering ejakulasi dapat menyebabkan sperma encer. Jika Anda ejakulasi beberapa kali dalam sehari, kualitas air mani setelah ejakulasi pertama cenderung menjadi encer. Tubuh memerlukan beberapa jam untuk menghasilkan cairan semen yang normal dan sehat.

Masturbasi atau berhubungan seks dengan pasangan memang memiliki manfaat untuk kesehatan, namun jika dilakukan berlebihan beberapa kali dalam sehari, dapat menyebabkan risiko sperma encer.

3. Defisiensi Zinc

Penyebab sperma encer lainnya adalah kekurangan asupan zinc. Pria yang kekurangan zinc dan mengonsumsi suplemen zinc sulfate dapat melawan efek antibodi antisperma dengan lebih baik. Zinc tidak dapat dihasilkan oleh tubuh, oleh karenanya penting untuk mengonsumsi makanan yang mengandung zinc seperti daging, kerang, kacang-kacangan, gandum, dan produk olahan susu.

4. Pra-ejakulasi

Jika Anda memiliki air mani atau sperma encer, perhatikan warna dan kejernihan cairannya. Air mani yang sangat jernih sebenarnya adalah cairan pra-ejakulasi yang dikeluarkan selama pemanasan. Cairan ini biasanya mengandung sperma dalam jumlah sedikit.

Nah, itulah berbagai penyebab sperma encer yang harus dipahami oleh pria.

Sperma Encer Memengaruhi Kesuburan?

Air mani encer bersifat sementara dan dapat hilang dengan sendirinya. Sperma encer yang persisten dapat menunjukkan jumlah sperma yang rendah atau kondisi lain yang memengaruhi kesuburan. Namun, memiliki jumlah sperma rendah tidak selalu berarti tidak subur, tetapi dapat mempersulit kehamilan pada pasangan. Menurut National Institute of Child Health and Human Development, masalah kesuburan pria umumnya terjadi karena masalah yang memengaruhi cara kerja testis.

Cara Mengentalkan Sperma

Setelah mengetahui penyebab sperma encer, penting untuk mengetahui cara mengentalkan sperma. Pilihan perawatan tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Dokter dapat meresepkan antibiotik jika penyebabnya adalah infeksi bakteri. Untuk ketidakseimbangan hormon, dokter dapat merekomendasikan terapi hormon.

Berikut adalah cara mengentalkan sperma lainnya:

Perubahan Gaya Hidup

Dalam beberapa kasus, perubahan gaya hidup dapat membantu meningkatkan jumlah sperma dan kualitas air mani. Perubahan tersebut antara lain berhenti merokok, menurunkan berat badan jika kelebihan, mengurangi konsumsi alkohol, dan berolahraga secara teratur. Dokter juga dapat menyarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual selama beberapa waktu untuk melihat perubahan kekentalan air mani.

Laparoskopi

Prosedur laparoskopi dapat dilakukan untuk keperluan diagnosis atau pengobatan. Selama prosedur ini, seorang ahli bedah memasukkan kamera ke dalam sayatan kecil di perut dan mencari serta memperbaiki, memblokir, atau menghapus varikokel.

Embolisasi Perkutan

Prosedur ini melibatkan pemasukan coil atau balloon ke dalam pembuluh darah yang membengkak. Selanjutnya, dokter akan memperbesar coil atau balloon untuk mengembalikan aliran darah dari testis.

Referensi

  1. Roland, James. 2018. Why Is My Semen Watery? 4 Possible Causes. https://www.healthline.com/health/mens-health/watery-semen#causes. (Diakses pada 30 Maret 2020).
  2. Eske, Jamie. 2019. What causes watery semen, and does it affect fertility?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325058#discolored-semen. (Diakses pada 30 Maret 2020).
  3. Should men be concerned about watery semen? Does it affect their fertility?. https://www.issm.info/sexual-health-qa/should-men-be-concerned-about-watery-semen-does-it-affect-their-fertility. (Diakses pada 30 Maret 2020).

About The Author

Carbomer: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

16 Cara Menghilangkan Plak dan Karang Gigi (Alami dan Medis)